HUKUM & KRIMINAL

Kepala Wartawan Sobek Diduga Dipukul Sarung Parang, Kades Makkuaseng Dilaporkan ke Polisi

254
×

Kepala Wartawan Sobek Diduga Dipukul Sarung Parang, Kades Makkuaseng Dilaporkan ke Polisi

Sebarkan artikel ini
Foto: Ilustrasi

KOLAKA UTARA – Tugas jurnalistik M. Nawir Ndepa berujung di ruang Instalasi Gawat Darurat. Wartawan Warta Global Sulawesi Tenggara itu mengaku dipukul menggunakan sarung parang saat hendak meliput persoalan ganti rugi lahan di Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara, Sabtu (26/9/2026).

Nawir menyebut orang yang memukulnya adalah Kepala Desa Makkuaseng, Herman. Pukulan tersebut, menurut dia, mengenai bagian kepala hingga menyebabkan luka dan pembengkakan pada telinga kiri.

Peristiwa itu terjadi ketika Nawir baru turun dari sepeda motornya. Dia mengaku tiba-tiba diserang menggunakan sarung parang.

“Saya turun di motor, tiba-tiba saya langsung dipukul sama Pak Desa pakai sarung parang. Parangnya dia cabut, tapi saya dipukul pakai sarung parangnya,” kata Nawir di RS Djafar Harun Kolaka Utara.

Nawir berada di lokasi untuk meliput persoalan ganti rugi lahan yang melibatkan PT Kasmar Tiar Raya dan masyarakat. Namun, sebelum kegiatan jurnalistik tersebut berlangsung, dia mengaku justru mengalami kekerasan.

Kasus itu kemudian dibawa ke ranah hukum. Keluarga Nawir melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Kolaka Utara melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu pada hari yang sama.

Luka sobek dikepala korban usai diduga dipukul sarung parang oleh kades.

Menurut Nawir, anggota keluarganya berada di lokasi ketika dugaan pemukulan terjadi dan kemudian membantu melaporkan perkara tersebut kepada polisi.

“Sudah dilapor di Mapolres Kolaka Utara sama keluarga saya yang kebetulan juga ada di lokasi tadi siang,” ujarnya.

Nawir meminta polisi tidak mengabaikan laporan tersebut. Dia berharap dugaan kekerasan yang dialaminya diproses sesuai hukum.

“Saya berharap kasus ini bisa diselesaikan oleh pihak kepolisian,” katanya.

Dugaan kekerasan terhadap Nawir juga telah dikoordinasikan dengan Komite Keselamatan Jurnalis Sulawesi Tenggara. Koordinasi dilakukan untuk merespons dugaan kekerasan terhadap wartawan ketika menjalankan tugas jurnalistik.

Hingga berita ini ditulis, Herman belum memberikan keterangan mengenai tudingan Nawir. Belum diketahui pula kronologi dari sisi Herman maupun alasan terjadinya pemukulan yang dilaporkan tersebut.