Oleh: Syahlan Launu
(Praktisi Pertanian di Balosi Ponggiha)
KOLAKA UTARA – Setiap 24 September, kita memperingati Hari Tani Nasional. Namun, peringatan ini seharusnya tidak berhenti pada seremoni, ucapan selamat, atau sekadar mengenang jasa para petani.
Hari Tani semestinya menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana arah pembangunan pertanian kita. Sebab, berbicara tentang pertanian sesungguhnya bukan hanya berbicara tentang sawah, kebun, bibit, pupuk dan hasil panen. Di dalamnya terdapat kehidupan masyarakat, sumber pendapatan keluarga dan masa depan daerah.
Di Kolaka Utara, pertanian memiliki posisi yang sangat strategis. Banyak keluarga menggantungkan kehidupan ekonominya pada sektor ini. Karena itu, semakin maju pertanian, seharusnya semakin kuat pula ekonomi masyarakat yang hidup di dalamnya.
Pertanyaannya kemudian bukan semata-mata berapa banyak produksi yang dihasilkan.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana produksi tersebut mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar kepada petani.
Sebab pertanian yang maju tidak cukup hanya menghasilkan komoditas dalam jumlah banyak. Pertanian juga harus mampu memberikan pendapatan yang layak, kepastian pasar dan ruang bagi petani untuk berkembang.
Kakao, misalnya, merupakan salah satu komoditas yang memiliki sejarah panjang di Kolaka Utara. Potensi ini tentu perlu terus dijaga dan dikembangkan.
Revitalisasi kakao tidak cukup hanya dengan peremajaan tanaman atau penyediaan sarana produksi. Lebih jauh, perlu dipikirkan bagaimana meningkatkan kualitas hasil, memperkuat kelembagaan petani, memperbaiki penanganan pascapanen, memperluas akses pasar dan mengembangkan produk olahan.
Di sinilah konsep nilai tambah menjadi penting.
Petani jangan hanya berada pada posisi sebagai penghasil bahan mentah. Semakin panjang rantai nilai yang dapat dibangun di daerah, semakin besar pula peluang ekonomi yang dapat tercipta.
Karena itu, pengembangan pertanian Kolaka Utara perlu diarahkan secara lebih utuh. Produksi harus berjalan bersama dengan pengolahan, pemasaran dan penguatan kelembagaan ekonomi petani.
Pertanian juga tidak bisa dibangun dengan pendekatan yang sama untuk semua wilayah.
Kolaka Utara memiliki karakter wilayah yang beragam. Kondisi tanah, iklim, topografi, ketersediaan air dan karakter sosial ekonomi masyarakat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Karena itu, evaluasi kesesuaian lahan menjadi bagian penting dalam menentukan komoditas dan arah pengembangan pertanian.
Kita perlu memastikan bahwa komoditas yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan potensi wilayah. Dengan begitu, investasi, tenaga dan sumber daya yang dikeluarkan petani dapat memberikan hasil yang lebih optimal.
Pendekatan ekstensifikasi, intensifikasi dan diversifikasi juga perlu berjalan beriringan.
Ekstensifikasi dapat dilakukan melalui pemanfaatan lahan yang sesuai dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Intensifikasi diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lahan yang telah dimanfaatkan melalui teknologi, sarana produksi yang tepat dan peningkatan kapasitas petani.
Sementara diversifikasi penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu komoditas.
Petani yang memiliki beberapa sumber pendapatan tentu memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik ketika menghadapi perubahan harga atau gangguan produksi.
Di tengah perubahan zaman, pertanian juga membutuhkan inovasi.
Teknologi tidak boleh menjadi sesuatu yang jauh dari petani. Informasi mengenai cuaca, pasar, budidaya, pemupukan, pengendalian hama hingga pengolahan hasil semakin penting untuk dapat diakses dengan mudah.
Demikian pula dengan akses permodalan dan pasar.
Petani membutuhkan lebih dari sekadar bantuan produksi. Mereka membutuhkan ekosistem usaha yang memungkinkan kegiatan pertanian berkembang menjadi usaha yang menguntungkan dan berkelanjutan.
Di sinilah pentingnya memperkuat kelembagaan petani.
Kelompok tani, koperasi dan kelembagaan ekonomi lainnya perlu terus didorong agar semakin mampu menjadi wadah usaha, bukan sekadar tempat berkumpul atau pelaksana program.
Dengan kelembagaan yang kuat, posisi tawar petani dapat semakin baik dan akses terhadap teknologi, modal maupun pasar dapat semakin terbuka.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan pertanian harus kembali kepada satu ukuran utama: kesejahteraan petani.
Produksi yang meningkat tentu merupakan hal positif. Tetapi peningkatan produksi harus diikuti peningkatan pendapatan.
Lahan yang semakin produktif harus diikuti dengan usaha tani yang semakin efisien.
Komoditas yang semakin banyak harus diikuti dengan pasar yang semakin luas.
Dan program pertanian harus bermuara pada meningkatnya kualitas kehidupan keluarga petani.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah generasi muda.
Pertanian akan menghadapi persoalan besar jika generasi muda tidak lagi melihat sektor ini sebagai bidang yang memiliki masa depan.
Karena itu, pertanian perlu dikembangkan menjadi sektor yang modern, menguntungkan dan memiliki ruang bagi inovasi anak muda.
Petani masa depan tidak harus identik dengan cara-cara lama. Mereka dapat memanfaatkan teknologi, informasi digital, pemasaran daring, pengolahan hasil dan berbagai inovasi untuk membangun usaha pertanian yang lebih modern.
Hari Tani Nasional 2026 karena itu menjadi momentum untuk melihat pertanian Kolaka Utara dengan perspektif yang lebih luas.
Bukan hanya bagaimana meningkatkan produksi, tetapi bagaimana menciptakan nilai tambah.
Bukan hanya bagaimana membuka lahan, tetapi bagaimana memastikan lahan tetap produktif dan lestari.
Bukan hanya bagaimana menjalankan program, tetapi bagaimana memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Dan bukan hanya bagaimana mempertahankan petani hari ini, tetapi bagaimana menyiapkan generasi petani masa depan.
Kolaka Utara memiliki potensi yang besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara konsisten, berbasis data, sesuai karakter wilayah dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah, petani, penyuluh, dunia usaha, akademisi dan masyarakat memiliki peran masing-masing. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar pertanian tidak berjalan sendiri-sendiri.
Sebab pada akhirnya, membangun pertanian berarti membangun masa depan daerah.
Pertanian yang maju bukan sekadar pertanian yang menghasilkan banyak.
Pertanian yang maju adalah pertanian yang mampu membuat petaninya hidup lebih layak, memiliki posisi tawar, mendapatkan nilai tambah dari hasil usahanya dan melihat masa depan yang cerah dari tanah yang mereka kelola.
Itulah makna penting Hari Tani Nasional bagi Kolaka Utara.
Bukan sekadar merayakan petani, tetapi memastikan bahwa pembangunan pertanian benar-benar memberikan masa depan yang lebih baik bagi mereka.



