MANCANEGARA

Kembali Mengejutkan Dunia, Korea Utara Mendadak Pamer Drone Mirip RQ-4 Global Hawk Amerika

29
×

Kembali Mengejutkan Dunia, Korea Utara Mendadak Pamer Drone Mirip RQ-4 Global Hawk Amerika

Sebarkan artikel ini
Presiden Korea Utara, Kim Jong Un menyaksikan langsung penerbangan drone terbarunya yang mirip RQ-4 Global Hawk Amerika. Foto: World News

Korea Utara kembali menjadi sorotan setelah menampilkan Saetbyol-4, drone pengintai strategis yang memiliki ukuran besar dan desain yang secara visual menyerupai RQ-4 Global Hawk milik Amerika Serikat.

Saetbyol-4 disebut sebagai salah satu pesawat nirawak terbesar dan paling canggih yang dikembangkan Pyongyang. Pesawat tersebut dirancang untuk menjalankan misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian atau intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) jarak jauh.

Dengan bentang sayap yang besar, Saetbyol-4 dirancang untuk mendukung penerbangan jarak jauh pada ketinggian tinggi.

Dilansir dari World News, otoritas Korea Utara pertama kali memperkenalkan Saetbyol-4 kepada publik pada 2023. Sejak saat itu, pesawat nirawak tersebut beberapa kali terlihat dalam citra satelit maupun media pemerintah Korea Utara.

Kemunculan berulang tersebut mengindikasikan bahwa Pyongyang masih melanjutkan pengembangan program pesawat nirawak jarak jauhnya.

Citra satelit juga menunjukkan Saetbyol-4 beroperasi bersama drone yang lebih kecil, Saetbyol-9, di fasilitas pengembangan UAV Korea Utara di Panghyon.

Kemiripan dengan RQ-4 Global Hawk cukup mencolok, terutama dari desain badan pesawat dan bentang sayapnya. Namun, kemiripan tampilan tidak secara otomatis menunjukkan bahwa Saetbyol-4 memiliki kemampuan yang setara dengan drone pengintai strategis Amerika Serikat tersebut.

Kemampuan sebenarnya dari Saetbyol-4 masih sulit dipastikan. Informasi mengenai kualitas sensor, sistem komunikasi, mesin, serta berbagai perangkat internal lainnya hingga kini masih terbatas.

Sejumlah penilaian yang tersedia menunjukkan bahwa Saetbyol-4 kemungkinan belum mampu menyamai kemampuan sistem pengintaian strategis Amerika Serikat yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun.

Meski demikian, pengembangan Saetbyol-4 tetap menjadi perkembangan penting bagi kemampuan militer Korea Utara.
Pesawat nirawak tersebut berpotensi memberikan Pyongyang kemampuan tambahan untuk melakukan pengawasan jarak jauh dan mengumpulkan informasi intelijen di medan perang.

Pengembangan Saetbyol-4 juga menunjukkan bahwa Korea Utara terus memperluas penggunaan teknologi nirawak dalam program peperangannya.