MANCANEGARA

Kabut Asap dari Indonesia Memburuk, Malaysia Tutup Sekolah di Sejumlah Wilayah

35
×

Kabut Asap dari Indonesia Memburuk, Malaysia Tutup Sekolah di Sejumlah Wilayah

Sebarkan artikel ini

KUALA LUMPUR – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia berdampak hingga ke Malaysia. Pemerintah Malaysia memutuskan menutup sekolah di sejumlah negara bagian dan wilayah federal pada Jumat setelah kualitas udara memburuk hingga mencapai tingkat tidak sehat.

Penutupan sekolah mencakup negara bagian Johor, Malaka, Negeri Sembilan, dan Selangor di Semenanjung Malaysia. Kebijakan tersebut juga berlaku di Kuala Lumpur, Putrajaya, serta Distrik Rompin di negara bagian Pahang.

Menteri Pendidikan Malaysia, Fadhlina Sidek, mengumumkan kebijakan itu melalui unggahan di Facebook pada Kamis malam. Ia meminta seluruh jajaran pendidikan di tingkat negara bagian dan distrik terus memantau perkembangan kabut asap serta segera mengambil tindakan apabila kondisi memburuk.

Indikator kualitas udara Malaysia menunjukkan situasi yang perlu diwaspadai. Berdasarkan data pemerintah yang dikutip Reuters, sebanyak 37 wilayah mencatat Indeks Polusi Udara atau Air Pollution Index (API) dalam kategori tidak sehat pada Jumat pagi.

Malaysia mengategorikan API pada rentang 101–200 sebagai tidak sehat, 201–300 sebagai sangat tidak sehat, dan di atas 300 sebagai berbahaya.

Kebakaran Hutan Indonesia Picu Kabut Asap Lintas Negara

Indonesia masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi. Kebakaran tersebut menghasilkan kabut asap yang menyebar ke negara-negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura.

Dampak lintas negara ini kembali menyoroti pentingnya penanganan kebakaran hutan dan lahan secara serius, mengingat asap yang dihasilkan tidak hanya mengganggu masyarakat di wilayah terdampak kebakaran, tetapi juga dapat melintasi batas negara dan mengancam kualitas udara di kawasan Asia Tenggara.

Malaysia Siap Bantu Indonesia

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengatakan pada Kamis bahwa Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, telah menyetujui langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani kabut asap.

Anwar juga menyatakan Malaysia siap menawarkan bantuan kepada Indonesia dalam upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang memicu pencemaran udara tersebut.

Selain itu, Anwar meminta Menteri Luar Negeri Malaysia mendorong pertemuan para menteri dari negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Pertemuan itu diharapkan dapat memperkuat koordinasi regional dan mendukung langkah-langkah penanganan kabut asap.

Penutupan sekolah di sejumlah wilayah Malaysia menjadi salah satu dampak langsung memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Perkembangan situasi ini juga menegaskan perlunya koordinasi lintas negara untuk menekan kebakaran hutan dan lahan serta mengurangi dampaknya terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.