KOLAKA UTARA

Jelang Musim Hujan, Drainase Tersumbat di Lasusua Jadi Perhatian

220
×

Jelang Musim Hujan, Drainase Tersumbat di Lasusua Jadi Perhatian

Sebarkan artikel ini
Jumarding, meninjau Wabup Kolut, H. Jumarding memantau penanganan sanitasi lingkungan di Desa Ponggiha

LASUSUA – Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, meninjau penanganan sanitasi lingkungan di Desa Ponggiha, Kecamatan Lasusua, Kamis (8/10/2026). Pembersihan drainase dan normalisasi saluran air menjadi fokus kegiatan untuk mencegah genangan serta menjaga kebersihan lingkungan.

Penanganan tersebut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kolaka Utara. Selain membersihkan saluran air yang tersumbat, kegiatan juga mencakup pembersihan median jalan dan penataan lingkungan.

Drainase yang tersumbat sampah dan endapan dapat menghambat aliran air, terutama saat hujan. Karena itu, pembersihan saluran tidak cukup dilakukan sesekali, tetapi perlu diikuti pemeliharaan rutin agar fungsi drainase tetap optimal.

Wabup Jumarding menegaskan, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Ia mendorong warga Desa Ponggiha menghidupkan kembali semangat gotong royong dengan membersihkan saluran air secara berkala, tidak membuang sampah sembarangan, serta menjaga fasilitas umum.

“Kesadaran menjaga lingkungan harus tumbuh dari diri kita masing-masing. Mari kita biasakan hidup bersih, menjaga drainase agar tidak tersumbat, dan menghidupkan semangat gotong royong,” terangnya.

Pembersihan drainase menjadi langkah awal untuk memperbaiki sanitasi lingkungan. Namun, upaya tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pemeliharaan rutin, pengawasan terhadap pembuangan sampah, serta koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat.

Dinas terkait diharapkan memastikan saluran air yang telah dibersihkan tetap berfungsi, sementara pemerintah desa dapat mendorong kegiatan kerja bakti secara berkala.

Dengan langkah tersebut, penanganan sanitasi tidak berhenti pada kegiatan pembersihan sesaat, tetapi menjadi upaya berkelanjutan untuk mengurangi risiko genangan dan mewujudkan lingkungan Desa Ponggiha yang bersih, sehat, dan tertata.