JAKARTA – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan kelompok separatis yang harus ditangani demi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pernyataan tersebut disampaikan Agus di tengah munculnya protes dari pimpinan OPM Kodap III Ndugama-Derakma, Egianus Kogoya, terkait penggunaan pesawat tempur Super Tucano dalam operasi TNI di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Agus mengatakan keberadaan kelompok separatis tidak boleh dibiarkan di wilayah Indonesia.
“OPM ini kan separatis, harus ditumpas. Tidak boleh ada separatis di negara kita,” kata Agus sebagaimana diberitakan ANTARA.
Sebelumnya, Egianus Kogoya bersama Komandan Operasi Mayor Belia Kogeya menyampaikan protes terhadap penggunaan pesawat Super Tucano dalam operasi militer di wilayah Nduga.
Pihak OPM mengklaim serangan udara tersebut menyebabkan enam anggotanya mengalami luka-luka. Klaim tersebut merupakan pernyataan dari pihak OPM dan belum dapat dianggap sebagai fakta yang terverifikasi secara independen.
Penanganan kelompok bersenjata di Papua disebut dilakukan melalui pendekatan kolaboratif dengan melibatkan unsur TNI dan Polri.
Pernyataan Panglima TNI tersebut kembali menegaskan posisi pemerintah dan aparat keamanan dalam menghadapi kelompok yang dikategorikan sebagai gerakan separatis di Papua.
Sementara itu, situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua masih menjadi perhatian aparat, terutama terkait aktivitas kelompok bersenjata dan upaya menjaga keamanan masyarakat serta kedaulatan wilayah Indonesia.












