HUKUM & KRIMINAL

Diduga Open BO dan Pesta Miras saat Digerebek Warga, Dua Lurah di Kendari Dicopot

30
×

Diduga Open BO dan Pesta Miras saat Digerebek Warga, Dua Lurah di Kendari Dicopot

Sebarkan artikel ini
Foto: Ilustrasi

KENDARI – Wajah birokrasi Kota Kendari tercoreng oleh dua oknum lurah setelah digerebek warganya diduga pesta miras dan Open BO. Peristiwa memalukan ini terjadi di Kantor Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Jumat (12/6/2026) malam.

Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, menegaskan kedua lurah tersebut langsung dinonaktifkan. Langkah ini diambil bukan sekadar prosedural, melainkan sebagai upaya meredam dampak buruk yang lebih luas terhadap kepercayaan publik.

“Penonaktifan dilakukan agar proses hukum berjalan tanpa hambatan, sekaligus menjaga agar pelayanan publik tidak ikut lumpuh,” tegas Alfian, dikutip dari kumparan.

Diketahui, penggerebekan sebelumnya terhadap kedua lurah itu berlangsung dramatis. Hal itu berawal saat sang lurah terlibat keributan dengan perempuan yang dipesan via aplikasi itu terkait perbedaan tarif layanan “lendir” yang disepakati.

Suara perselisihan itu pun sontak terdengar warga di sekitar kantor kelurahan dan bergegas berdatangan ke lokasi. Massa yang geram nyaris meluapkan emosi sebelum aparat kepolisian dari Polresta Kendari tiba.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya insiden penggerebekan tersebut. Pihaknya bergerak cepat meredam situasi di lapangan dengan mengamankan kedua lurah dan wanita itu agar tidak terjadi aksi main hakim sendiri oleh massa.

Kedua lurah yang diamankan itu yakni inisial ZM (Lurah Poasia) dan RAK (Lurah Talia), beserta dua orang perempuan.

Insiden ini sontak viral di media sosial dan menuai kecaman luas. Banyak pihak mempertanyakan integritas aparatur sipil negara yang seharusnya menjadi contoh, bukan justru pelaku pelanggaran moral di fasilitas pemerintahan.

Kini, kasus tersebut masih dalam penanganan intensif aparat penegak hukum setempat.