KOLAKA UTARATRAVEL

Niat Menikmati Panorama Pantai Onembute di Kolaka, Polisi Ini Justru Berakhir Membersihkan Sampah Pengunjung

218
×

Niat Menikmati Panorama Pantai Onembute di Kolaka, Polisi Ini Justru Berakhir Membersihkan Sampah Pengunjung

Sebarkan artikel ini

KOLAKA, SIARANPUBLIK.COM- Keindahan Pantai Onembute di perbatasan Desa Tamborasi, Kecamatan Iwoimendaa, Kabupaten Kolaka dan Desa Walasiho, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara, belakangan ramai diperbincangkan. Air lautnya yang jernih dan panorama pesisirnya yang menawan menjadikan tempat ini magnet baru bagi para pencinta wisata alam.

Namun di balik pesonanya, terselip ironi yang mengusik. Tumpukan sampah yang ditinggalkan pengunjung tampak bertebaran di atas pasir, menciptakan kontras yang mencolok dengan keindahan alam yang seharusnya dijaga.

Pemandangan itulah yang ditemui Aiptu Ibrahim Abbas, Kanit Intel Polsek Ranteangin Polres Kolaka Utara, saat mengunjungi pantai tersebut pada Sabtu (11/4). Rasa penasarannya muncul setelah melihat berbagai unggahan keindahan Pantai Onembute di media sosial.

Bersama rekannya, ia menempuh perjalanan menggunakan perahu nelayan, satu-satunya akses menuju lokasi karena belum tersedia jalur darat.

Dari kejauhan, Ibrahim mengaku terpesona. Air laut yang bening dan hamparan pantai yang asri membuatnya tak sabar segera berenang. Namun begitu perahu merapat, perasaan itu berubah drastis.

“Saya lihat banyak sampah berhamburan, bahkan ada yang menumpuk. Harusnya pengunjung membawa kembali sampah mereka, karena memang tidak ada tempat pembuangan di sana,” ujarnya kepada siaranpublik.com, Rabu (15/4).

Bentangan pantai yang hanya sekiar belasan meter itu membuat keberadaan sampah semakin mencolok dan mengganggu kenyamanan. Alih-alih menikmati liburan sepenuhnya, Ibrahim justru menghabiskan waktunya memunguti sampah.

Ia mengumpulkannya ke dalam karung, sebuah upaya sederhana yang dilakukan demi menjaga keindahan alam. Keesokan harinya, ia kembali lagi, kali ini dengan tambahan karung.

“Total ada lima karung sampahnya saya pungut. Saya rencanakan akan kembali lagi untuk membawa pulang karena tidak ada pilihan lain,” katanya.

Baginya, persoalan ini bukan sekadar soal kebersihan, tetapi tentang tanggung jawab bersama. Ia pun mengimbau para pengunjung agar tidak meninggalkan sampah di lokasi wisata.

Jika dibiarkan, sampah tersebut bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi mencemari laut, terutama saat gelombang tinggi datang dan menyeretnya ke perairan.

“Air laut di sana sangat jernih, bahkan pasir di dasar terlihat jelas dari permukaan. Bayangkan jika itu berubah menjadi tumpukan sampah,” ucapnya prihatin.

Ibrahim berharap keindahan Pantai Onembute tetap terjaga, sehingga setiap orang yang datang bisa membawa pulang cerita indah, bukan jejak kerusakan.

Diketahui, lokasi Pantai Onembute ini terletak tidak jauh dari gerbang perbatasan Kolut-Kolaka. Spot wisata ini juga menjadi ladang pendapatan bagi para nelayan baik dari Desa Walasiho dan Tamborasi ketika jasa perahu mereka disewa pengunjung.(*)