EKONOMINASIONAL

Harga Pertamax Melonjak jadi Rp16.250 per liter, Pertalite Tetap

31
×

Harga Pertamax Melonjak jadi Rp16.250 per liter, Pertalite Tetap

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 mulai Rabu, 10 Juni 2026. Kenaikan tersebut membuat harga Pertamax melonjak dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, atau naik Rp3.950 per liter. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Penyesuaian harga ini menjadi perhatian masyarakat karena terjadi dalam jumlah yang cukup signifikan. Meski demikian, pemerintah dan Pertamina memastikan bahwa BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan harga sehingga masih dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang berhak menggunakannya.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa kenaikan harga dilakukan setelah melalui evaluasi berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian. Menurutnya, kebijakan tersebut juga telah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator.

“Harga jual tersebut diputuskan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya dikutip dari Bloomberg Technoz.

Harga Minyak Dunia Jadi Faktor Utama
Kenaikan harga BBM nonsubsidi umumnya mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ketika harga minyak global meningkat, biaya pengadaan dan pengolahan BBM ikut naik sehingga memengaruhi harga jual produk nonsubsidi di dalam negeri.

Pertamina menyebut penyesuaian harga dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi dan distribusi BBM berkualitas kepada masyarakat. Langkah tersebut juga merupakan bagian dari mekanisme pasar yang berlaku untuk BBM nonsubsidi.

Potensi Dampak ke Pengguna Kendaraan
Kenaikan harga Pertamax diperkirakan akan menambah biaya operasional pengguna kendaraan bermotor, terutama masyarakat yang selama ini menggunakan BBM RON 92 sebagai bahan bakar utama.

Sebagai gambaran, jika sebuah kendaraan mengonsumsi sekitar 40 liter Pertamax dalam sepekan, maka dengan kenaikan Rp3.950 per liter, pengeluaran tambahan yang harus ditanggung bisa mencapai sekitar Rp158 ribu per minggu atau lebih dari Rp600 ribu per bulan.

Kondisi tersebut berpotensi mendorong sebagian konsumen beralih ke BBM dengan harga lebih rendah. Namun, kalangan otomotif tetap mengingatkan agar pemilik kendaraan menyesuaikan jenis BBM dengan spesifikasi mesin yang direkomendasikan pabrikan untuk menjaga performa dan umur mesin.

Daftar Harga BBM Pertamina per 10 Juni 2026

Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter
Pertamax Green 95 (RON 95): Rp17.000 per liter
Pertamax Turbo (RON 98): Rp20.750 per liter
Dexlite: Rp23.000 per liter
Pertamina Dex: Rp24.800 per liter
Pertalite (subsidi): Rp10.000 per liter
Biosolar (subsidi): Rp6.800 per liter

Meski terjadi kenaikan pada Pertamax dan Pertamax Green, Pertamina memastikan stok BBM tetap aman dan distribusi di seluruh SPBU berjalan normal. Perusahaan juga menegaskan bahwa kebijakan harga akan terus dievaluasi sesuai perkembangan harga energi global dan kondisi pasar domestik.