HEADLINENASIONAL

Baru Menjabat, Kepala BGN Nanik Sudaryati Mengundurkan Diri

56
×

Baru Menjabat, Kepala BGN Nanik Sudaryati Mengundurkan Diri

Sebarkan artikel ini
Temui Presiden Prabowo pamit. Foto : Nanik Sudaryati Deyang

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan yang diemban karena alasan kesehatan. Ia mengaku akan menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri setelah lebih dulu berpamitan kepada Presiden.

Dalam pernyataannya yang diunggah melalui akun pribadinya, Rabu (22/7), ia menjelaskan bahwa keputusan berobat ke luar negeri bukan karena tidak mempercayai kemampuan dokter di Indonesia, melainkan untuk mendapatkan second opinion atas kondisi kesehatannya.

Ia juga mengaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden serta mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala BGN agar dapat fokus menjalani proses pengobatan dan pemulihan.

Menurutnya, Presiden menyetujui pengunduran diri tersebut, namun tetap memintanya ikut mengawasi jalannya BGN. Ia mengungkapkan Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas BGN dan memintanya menjadi ketua dewan tersebut.

Meski mundur dari jabatan Kepala BGN, ia menegaskan tetap mendukung penuh pemerintahan Presiden, khususnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut telah mendampingi Presiden selama 14 tahun dan meyakini program MBG murni bertujuan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, bukan untuk kepentingan politik.

Ia membantah anggapan bahwa program MBG berkaitan dengan kepentingan Pemilu 2029. Menurutnya, mayoritas penerima manfaat saat ini merupakan balita hingga siswa sekolah dasar yang belum memiliki hak pilih.

Selain meningkatkan kualitas gizi, ia menilai program MBG juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Ia mencontohkan, saat program MBG berhenti sementara selama libur sekolah, petani, peternak, dan pedagang mengeluhkan turunnya permintaan hasil pertanian dan peternakan sehingga harga ikut merosot.

Sebelum mengundurkan diri, ia mengaku telah melakukan sejumlah pembenahan di tubuh BGN, termasuk mengganti lima pejabat eselon I yang berasal dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, BPKP, dan Kejaksaan untuk memperkuat profesionalisme lembaga.

Ia juga menyebut telah membentuk 11 tim reformasi yang bertugas mengevaluasi ketepatan sasaran lebih dari 62 juta penerima manfaat, mengevaluasi sekitar 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, serta memperkuat pelaksanaan program MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan akan fokus memulihkan kondisi kesehatan dan mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis demi meningkatkan kualitas generasi muda sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.