HUKUM & KRIMINAL

IRT Muda Tewas Disamping Balitanya di Konawe Selatan, Tubuh Penuh Luka Diduga Korban KDRT

97
×

IRT Muda Tewas Disamping Balitanya di Konawe Selatan, Tubuh Penuh Luka Diduga Korban KDRT

Sebarkan artikel ini
Foto: Ilustrasi

KONAWE SELATAN – Kematian tragis seorang ibu rumah tangga berinisial AS (24) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, kini menjadi fokus penyelidikan intensif aparat kepolisian.

Perempuan muda tersebut ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya di kawasan BTN Rezky, Desa Ambepua, Kecamatan Ranomeeto, pada Sabtu (30/5), dengan kondisi tubuh yang memunculkan dugaan kuat adanya tindak kekerasan sebelum kematian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengungkapkan bahwa penemuan jasad korban pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar yang curiga karena tidak melihat aktivitas korban sejak pagi hari.

Saat ditemukan, korban berada di dalam kamar rumahnya bersama anaknya yang masih berusia sekitar dua tahun. “Korban ditemukan dengan sejumlah luka memar di beberapa bagian tubuh, serta terdapat patah tulang pada lengan,” ujar Welliwanto dilansir dari Antara, Minggu (31/5/2026).

Hasil pemeriksaan awal oleh tim medis dan penyidik menunjukkan adanya luka fisik yang tersebar di sejumlah bagian tubuh korban, mulai dari wajah, lengan, bahu hingga paha. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa korban mengalami kekerasan sebelum meninggal dunia.

Lebih lanjut, polisi mengungkap bahwa berdasarkan keterangan awal dari sejumlah saksi, korban diduga sempat terlibat pertengkaran dengan suaminya, IS (28), pada Jumat (29/5) malam, atau beberapa jam sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

“Dugaan sementara mengarah pada adanya cekcok dalam rumah tangga pada malam sebelum kejadian. Namun kami masih mendalami hal ini melalui pemeriksaan saksi dan alat bukti lainnya,” jelasnya.

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, jasad korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari guna menjalani proses autopsi. Hasil autopsi diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas terkait waktu dan penyebab kematian, termasuk kemungkinan adanya unsur penganiayaan berat.

Sementara itu, suami korban yang berinisial IS telah diamankan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Kendari. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga, tetangga, serta saksi lain yang diduga mengetahui kondisi rumah tangga korban.

“Kami masih terus mengumpulkan bukti dan mendalami kronologi kejadian. Semua kemungkinan sedang kami telusuri untuk memastikan apakah terdapat unsur pidana dalam peristiwa ini,” tegas Welliwanto.

Kasus ini menyita perhatian masyarakat setempat, mengingat korban masih berusia muda dan meninggalkan seorang anak yang masih balita. Aparat kepolisian pun berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan profesional.