NASIONAL

Karhutla dan Banjir Melanda Sejumlah Daerah, BNPB Keluarkan Imbauan

38
×

Karhutla dan Banjir Melanda Sejumlah Daerah, BNPB Keluarkan Imbauan

Sebarkan artikel ini
Foto: BNPB

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia berdasarkan pemutakhiran data pada Jumat (2/10) hingga Sabtu (3/10) pukul 07.00 WIB.

Pada awal Oktober, kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi laporan bencana. Tiga kejadian karhutla tercatat di Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, dan Jawa Tengah. Sementara itu, banjir dilaporkan terjadi di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Di Nias Selatan, banjir melanda Desa Hilimbowo, Kecamatan O’o’u, serta Desa Ndraso Maniamolo, Kecamatan Maniamolo, pada Jumat (2/10). Curah hujan tinggi menjadi pemicu banjir tersebut.

Sebanyak 75 kepala keluarga terdampak. BNPB mencatat sekitar 60 rumah, satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, dan satu balai desa mengalami kerusakan.

BPBD Nias Selatan bersama pemerintah desa, kecamatan, dan instansi terkait telah melakukan kaji cepat dan penanganan di lokasi. Hingga laporan terakhir, banjir berangsur surut. Penanganan lanjutan meliputi pembersihan material lumpur serta rencana normalisasi sungai dan tembok penahan.

Sementara itu, karhutla terjadi di Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung. Kebakaran dilaporkan terjadi di Desa Padang Baru, Kecamatan Pangkalan Baru, pada Kamis (1/10) sekitar pukul 15.39 WIB.

Petugas gabungan mengerahkan personel dan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter untuk memadamkan api. Kebakaran yang diperkirakan melanda sekitar 10 hektare lahan akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 17.35 WIB, meski petugas menghadapi kendala angin kencang.

Karhutla juga terjadi di Kelurahan Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Kebakaran dilaporkan pada Kamis (1/10) sekitar pukul 21.30 WITA dengan luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 25 hektare.

Hingga Jumat (2/10) pukul 04.00 WITA, api masih menyala di sejumlah titik. Tim gabungan dari BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, pemerintah setempat, dan masyarakat terus melakukan pemantauan serta penanganan. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Di Jawa Tengah, karhutla terjadi di Desa Dawuhan, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, pada Jumat (2/10) sekitar pukul 10.20 WIB.

Api yang bermula dari lahan tebu di belakang rumah warga kemudian meluas ke area sekitarnya. Kondisi cuaca panas dan dedaunan kering diduga menjadi pemicu kebakaran.

Sekitar 2,5 hektare lahan tebu terbakar sebelum api berhasil dikendalikan pada pukul 12.30 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun dampak langsung terhadap masyarakat dalam kejadian tersebut.

Menanggapi masih terjadinya karhutla di sejumlah daerah, BNPB mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

BNPB turut mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan pada masa pancaroba. Cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Masyarakat diminta membersihkan got, selokan, dan talang air dari sampah untuk mengantisipasi banjir lokal. Dahan pohon yang tua atau terlalu rimbun juga perlu dipangkas untuk mengurangi risiko tumbang saat angin kencang.

Selain itu, masyarakat dianjurkan terus memantau prakiraan cuaca serta peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).