RAGAM

Berusia 245 Juta Tahun, Fosil Reptil Laut Ini Masih Menyimpan Lambung dan Usus

45
×

Berusia 245 Juta Tahun, Fosil Reptil Laut Ini Masih Menyimpan Lambung dan Usus

Sebarkan artikel ini
Foto: Ilustrasi

Fosil reptil laut purba yang ditemukan di Tiongkok memberikan gambaran langka mengenai anatomi bagian dalam hewan yang hidup sekitar 245 juta tahun lalu.

Spesimen tersebut merupakan Austronaga minuta, reptil laut berleher panjang yang hidup pada periode Trias. Fosil yang hampir lengkap itu tidak hanya mempertahankan sebagian besar kerangka, tetapi juga memperlihatkan jejak sistem pencernaan yang sebagian besar masih utuh.

Penelitian yang melibatkan ilmuwan dari Tiongkok, Eropa, dan Amerika Serikat itu mengidentifikasi sejumlah organ internal, di antaranya lambung, hati, serta usus. Temuan tersebut disebut sebagai contoh tertua yang diketahui mengenai sistem pencernaan yang sebagian besar lengkap pada reptil.

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science Advances.

Reptil Kecil dengan Adaptasi Laut yang Canggih

Dilansir dari ScienceDaily, Austronaga minuta memiliki panjang sekitar 60 sentimeter. Meski berukuran kecil, hewan ini memiliki leher dan ekor yang sangat panjang.

Anatominya menunjukkan bahwa reptil tersebut telah beradaptasi secara khusus untuk kehidupan di laut. Ekornya yang panjang diperkirakan berperan dalam menghasilkan daya dorong, sementara kaki depan yang memanjang menyerupai sirip membantu mengarahkan tubuh dan menjaga kestabilan saat berenang.

Sebaliknya, kaki belakangnya berukuran jauh lebih kecil dan diduga tidak banyak berperan dalam pergerakan di air.

Menariknya, Austronaga bukan kerabat dekat reptil laut seperti ichthyosaurus maupun mosasaurus. Hewan ini justru memiliki hubungan dengan archosaurus, kelompok reptil yang sebagian besar hidup di darat dan kemudian mencakup garis keturunan dinosaurus serta buaya.

Menurut paleontolog Dr. Stephan Spiekman dari Museum Sejarah Alam Negara Bagian Stuttgart dan Universitas Hohenheim, temuan tersebut menunjukkan bahwa kerabat awal archosaurus ternyata mampu mengembangkan adaptasi kompleks untuk kehidupan laut.

Organ Dalam Terekam dalam Fosil

Keistimewaan fosil semakin terlihat ketika para peneliti memeriksa bagian gelap yang berada di antara tulang rusuk. Material tersebut kemudian dianalisis menggunakan sejumlah teknik modern, termasuk fotografi sinar ultraviolet dan spektrometri massa.

Hasil penelitian menunjukkan adanya jejak beberapa organ internal.

Di bagian depan terdapat lambung berukuran besar berbentuk kantung. Di belakangnya ditemukan hati yang menunjukkan jejak hemoglobin, kemudian saluran panjang yang diidentifikasi sebagai usus kecil dan usus besar.

Dr. Wei Wang dari Institut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi di Beijing, yang menjadi penulis utama penelitian, mengatakan susunan organ tersebut relatif sederhana dibandingkan bentuk tubuh Austronaga yang telah sangat terspesialisasi untuk berenang.

Temuan itu juga memberikan petunjuk mengenai evolusi sistem pencernaan archosaurus.

Berbeda dengan Buaya dan Burung Modern

Dr. Nick Fraser dari National Museums Scotland menjelaskan bahwa burung dan buaya modern memiliki lambung yang terbagi menjadi dua bagian. Namun, Austronaga hanya memiliki satu ruang lambung.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa sistem pencernaan awal archosaurus kemungkinan masih sederhana sebelum mengalami perubahan lebih lanjut dalam perjalanan evolusi.

Saluran pencernaan Austronaga juga relatif pendek dan tidak rumit, dengan bentuk yang menyerupai sistem pencernaan sejumlah reptil pemakan ikan modern.

Petunjuk Evolusi Reptil Laut

Penemuan ini memberikan kesempatan langka bagi para ilmuwan untuk mempelajari anatomi luar sekaligus organ dalam reptil laut purba dari periode Trias.

Fosil tersebut juga memperkuat bukti bahwa sebagian kerabat archosaurus yang awalnya hidup di darat telah mengembangkan adaptasi terhadap lingkungan laut pada tahap awal evolusinya.

Penelitian dilakukan oleh ilmuwan dari Institut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi Beijing, National Museums Scotland, Museum Sejarah Alam Negara Bagian Stuttgart, Universitas Hohenheim, Field Museum Chicago, Geopark Nasional Biota Luoping, serta Universitas Zurich.

Spesimen fosil tersebut kini berada di Beijing dan menjadi bagian dari penelitian lebih luas mengenai sejarah awal evolusi reptil modern serta keragaman reptil yang menghuni lautan pada periode Trias.