RAGAM

Kabut Asap Karhutla Diperkirakan Tutupi Seluruh Wilayah Sultra, Baubau dan Busel Dikecualikan

61
×

Kabut Asap Karhutla Diperkirakan Tutupi Seluruh Wilayah Sultra, Baubau dan Busel Dikecualikan

Sebarkan artikel ini

KENDARI – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan menyelimuti hampir seluruh wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 15–17 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Kota Baubau dan Kabupaten Buton Selatan (Busel) sebagai wilayah yang dikecualikan dalam prakiraan sebaran asap kategori sedang hingga tinggi pada 17 Oktober.

Peringatan tersebut disampaikan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari melalui siaran pers pemutakhiran informasi sebaran asap yang diterbitkan pada Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari 9, kabut asap masih teramati di wilayah Sultra dan sekitarnya. Pada 12–14 Oktober 2026, jarak pandang di sejumlah wilayah, termasuk Pomalaa dan Baubau, dilaporkan kurang dari 2 kilometer.

Kondisi tersebut dipengaruhi asap dari Papua Selatan, Maluku, dan wilayah sekitarnya yang terbawa angin dari timur hingga tenggara. Sebaran asap berpotensi semakin pekat karena kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di sejumlah wilayah Sultra.

BMKG mencatat, pemantauan satelit VIIRS dan MODIS mendeteksi 1.644 titik panas di Sultra selama 7–12 Oktober 2026, dengan rata-rata sekitar 274 titik per hari.

Titik panas terbanyak terdeteksi di Kabupaten Konawe sebanyak 379 titik, Kabupaten Buton 267 titik, dan Kabupaten Bombana 202 titik. Sementara itu, konsentrasi titik panas di Kecamatan Routa tercatat sebanyak 209 titik, Kapontori 165 titik, dan Morosi 98 titik.

BMKG menegaskan, titik panas merupakan anomali suhu yang terdeteksi satelit dan tidak serta-merta menjadi bukti adanya kebakaran di lokasi tersebut.

Sebaran Kabut Asap di Sultra

Dalam prakiraannya, BMKG menyebut kabut asap kategori sedang hingga tinggi berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pada 15 Oktober 2026, meliputi Kabupaten Konawe Utara, Konawe, Kolaka Utara, Kolaka, dan Kolaka Timur.

Pada 16 Oktober, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Buton Utara, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Muna, dan Kota Kendari.

Sementara pada 17 Oktober, potensi kabut asap kategori sedang hingga tinggi diprakirakan meluas ke seluruh wilayah Sultra, kecuali Kota Baubau dan Kabupaten Buton Selatan.

BMKG juga mengingatkan bahwa kualitas udara di Sultra berdasarkan konsentrasi partikel halus PM2.5 umumnya berada pada kategori sedang hingga tidak sehat. Kondisi tersebut diprakirakan masih dapat berulang selama beberapa hari ke depan.

Lansia Hingga Ibu Hamil Dihimbau Waspada

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, dan menutup jendela ketika asap terasa pekat.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan, diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penurunan jarak pandang yang dapat mengganggu keselamatan perjalanan.

Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi BMKG serta perkembangan penanganan karhutla dari instansi terkait.

Catatan: Pengecualian Baubau dan Busel hanya berlaku dalam prakiraan sebaran asap kategori sedang hingga tinggi pada 17 Oktober 2026. Hal itu tidak berarti kedua wilayah tersebut dipastikan bebas dari asap.