Seorang pemburu berlian asal Missouri, Amerika Serikat, Jack Pearadin, mendapat penemuan mengejutkan setelah menemukan berlian kuning seberat 6,03 karat di Crater of Diamonds State Park, Arkansas.
Penemuan tersebut menjadi salah satu hasil terbesar yang pernah diperoleh Pearadin selama lebih dari satu dekade berburu berlian. Ia bahkan telah menemukan lebih dari 300 permata di kawasan tersebut sejak mulai berburu pada 2013.
Pearadin menemukan berlian itu bersama rekannya, Michael Schumacher dari Wisconsin, saat mereka menggali dan menyaring kerikil di area taman. Momen penemuan tersebut kemudian disiarkan Pearadin melalui TikTok.
“Ya Tuhan! Ya Tuhan,” teriak Pearadin ketika menyadari ada batu berkilau di antara kerikil yang telah dicucinya.
Batu yang kemudian diberi nama “American Dream” itu berukuran kira-kira sebesar kuku jari. Menurut pengelola taman, berlian tersebut merupakan yang terbesar ditemukan di Crater of Diamonds pada 2026 sejauh ini.
Pearadin mengaku sejumlah kolektor sempat memperkirakan berlian tersebut dapat bernilai hingga US$1 juta atau sekitar Rp16,5 miliar jika dikonversikan dengan kurs Rp16.500 per dolar AS.
Namun, penilai permata bersertifikat Laura Stanley di Little Rock memberikan perkiraan yang jauh lebih rendah. Menurutnya, berlian kuning berkualitas tinggi dengan berat sekitar 6 karat dari taman tersebut bisa bernilai sekitar US$250.000 atau sekitar Rp4,1 miliar.
Nilai berlian alami dari Crater of Diamonds antara lain dipengaruhi asal-usulnya yang unik. “Mereka adalah entitas tersendiri,” kata Stanley. Menurutnya, berlian dari kawasan tersebut sulit dibandingkan langsung dengan berlian dari lokasi lain.
Taman Berlian yang Bisa Didatangi Publik
Crater of Diamonds State Park dikenal sebagai salah satu tempat langka di dunia yang memungkinkan masyarakat umum mencari berlian dan membawa pulang hasil temuannya.
Pengunjung cukup membayar biaya masuk sebesar US$15 untuk melakukan pencarian. Mereka diperbolehkan membawa pulang berlian atau permata yang ditemukan di area pencarian.
Sejak kawasan bekas tambang berlian terbuka tersebut menjadi taman negara bagian pada 1972, lebih dari 37.000 berlian telah ditemukan.
Sebagian besar berlian yang ditemukan berukuran kecil. Sarah Bivens, juru interpretasi taman, mengatakan sekitar 400 hingga 800 berlian ditemukan pengunjung setiap tahunnya, dengan berat rata-rata sekitar seperempat karat.
Meski demikian, beberapa penemuan berukuran jauh lebih besar pernah terjadi.
Pada 2020, seorang manajer bank dari Arkansas menemukan berlian seberat sekitar 9 karat. Sementara pada 2024, seorang pria asal Prancis menemukan berlian sekitar 7 karat.
Penemuan terbesar dalam sejarah taman tersebut adalah “Uncle Sam”, berlian seberat 40,23 karat yang ditemukan pada 1924. Setelah dipotong dan dipoles, batu tersebut menjadi berlian 12,42 karat dan kemudian diberikan kepada Smithsonian’s National Museum of Natural History untuk dipamerkan.
Berlian Langka di Amerika Serikat
Menurut Nathan Renfro dari Gemological Institute of America, berlian terbentuk jauh di dalam Bumi melalui tekanan dan temperatur yang sangat tinggi. Aktivitas vulkanik kemudian membawa material tersebut menuju permukaan.
Amerika Serikat diketahui memiliki dua deposit utama berlian, yakni Crater of Diamonds di Arkansas dan Danau Kelsey di Colorado. Namun, kawasan Danau Kelsey telah direklamasi setelah aktivitas penambangan komersial berhenti.
Berlian yang ditemukan secara alami juga kerap memiliki bentuk tidak beraturan dan tampak keruh. Setelah dipotong dan dipoles, beratnya dapat berkurang sekitar 25 persen.
Bagi Pearadin, penemuan “American Dream” menjadi salah satu hasil paling berharga dari hobinya selama bertahun-tahun.
Ia berencana membagi keuntungan dengan Schumacher, yang ikut membantu menggali kerikil tempat berlian tersebut ditemukan. Pearadin juga mengungkapkan rencana untuk membuka tambang kristalnya sendiri.












