HUKUM & KRIMINAL

Sebelum Ditemukan Tewas Dengan Mulut Disumbat, Ana Disebut Sempat Dilanda Persoalan Asmara

30
×

Sebelum Ditemukan Tewas Dengan Mulut Disumbat, Ana Disebut Sempat Dilanda Persoalan Asmara

Sebarkan artikel ini

KONAWE SELATAN – Kasus kematian Ana atau Damra Yani (22), warga Desa Tolihe, Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, masih menjadi teka-teki.

Ana ditemukan tidak bernyawa di kawasan perkebunan warga di Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 10.10 Wita. Kondisi korban saat ditemukan kemudian memunculkan dugaan adanya tindak kekerasan.

Di tengah proses penyelidikan, keluarga korban mulai mengungkap sejumlah persoalan yang terjadi dalam kehidupan Ana sebelum kematiannya.

Salah satu informasi yang disampaikan keluarga berkaitan dengan hubungan Ana dengan seorang pria yang disebut bernama Jefri alias Jongkor.

Dilansir dari Kisahan.id, Ayah Ana, Aswan (40), menyebut hubungan keduanya diketahui cukup dekat dan sempat mengarah pada rencana pernikahan. Namun, hubungan tersebut disebut tidak sepenuhnya berjalan mulus.

Keluarga mengetahui adanya persoalan uang senilai Rp250 ribu yang sebelumnya dipinjam Ana dari Jefri. Persoalan kecil tersebut kemudian disebut berkembang menjadi masalah dalam hubungan keduanya.

Keluarga juga mengaku memiliki percakapan melalui pesan elektronik yang berkaitan dengan persoalan tersebut. Informasi mengenai adanya tekanan terhadap Ana sebelum kematiannya kini turut disampaikan kepada pihak yang menangani kasus tersebut.

Namun, sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari kepolisian yang menyatakan persoalan tersebut berkaitan langsung dengan kematian Ana.

Kasat Reskrim Polres Konsel AKP Taufik Hidayat menegaskan penyidik masih mendalami seluruh informasi yang muncul.

Polisi juga belum menarik kesimpulan mengenai penyebab kematian korban maupun pihak yang bertanggung jawab.

“Kita tunggu hasil autopsi dulu,” ujar Taufik.

Diketahui, Ana merupakan seorang ibu yang memiliki seorang anak. Suaminya telah meninggal dunia akibat kecelakaan.

Selama ini, anak Ana tinggal bersama neneknya. Ana sendiri bekerja di sebuah warung makan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menghidupi anaknya.

Saat ditemukan di perkebunan, pakaian korban dilaporkan dalam kondisi tidak lengkap. Mulut korban juga ditemukan dalam keadaan tersumbat kain.

Jenazah selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Kendari untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab kematian secara medis.

Polisi kini masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti untuk menyusun rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Dugaan pembunuhan dan kekerasan seksual yang berkembang di tengah masyarakat juga masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik. Kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi terhadap Ana masih menunggu hasil autopsi dan penyelidikan lebih lanjut.