JAKARTA – Pemerintah bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 50.000 paket sembako dengan total berat mencapai 275 ton disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di wilayah terdampak.
Bantuan tersebut merupakan dukungan Presiden Prabowo Subianto dan akan dikirim dalam dua tahap. Pada tahap pertama, sebanyak 4.925 paket sembako dengan berat 27,08 ton diberangkatkan pada Sabtu (15/8) malam dari Baseops TNI AU Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat Lockheed C-130H-30 Hercules dan Lockheed C-130J-30 Super Hercules.
Selain dari Jakarta, penyaluran bantuan juga dilakukan melalui gudang logistik yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT. Sebelumnya, BNPB juga telah mengerahkan bantuan pangan dan non-pangan untuk mendukung penanganan darurat di sejumlah wilayah terdampak.
Pemerintah pusat sebelumnya telah menggelar rapat koordinasi untuk memastikan penanganan gempa berjalan optimal. Rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno secara daring tersebut melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga yang mengerahkan personel, perlengkapan serta peralatan untuk mendukung penanganan bencana.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto meminta kepala daerah terdampak segera menetapkan status tanggap darurat bencana. Langkah tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengaktifan pos komando agar penanganan dapat dilakukan secara terkoordinasi, terpadu dan efektif.
Data sementara hingga Sabtu (15/8) pukul 17.00 WIB mencatat sebanyak 157 rumah mengalami rusak berat, 41 rusak sedang dan 148 rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas publik, meliputi 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, enam kantor serta sejumlah fasilitas umum lainnya.
Guncangan gempa turut dirasakan warga Kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kondisi masyarakat di Kabupaten dan Kota Bima dilaporkan secara umum kondusif dan BPBD setempat masih melakukan pendataan serta verifikasi di lapangan.
Sementara di Kabupaten Kepulauan Selayar, BPBD telah mendirikan tiga pos pengungsian yang tersebar di Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena dan Takabonerate. Pendataan dan pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani.
Penyaluran bantuan logistik dan penguatan sumber daya di lapangan diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat setelah gempa.












