NASIONAL

Kapal Induk Pertama Indonesia Berlayar dari Italia, Tiba September

14
×

Kapal Induk Pertama Indonesia Berlayar dari Italia, Tiba September

Sebarkan artikel ini
Foto : The Military Channel

Indonesia bersiap mengoperasikan kapal induk pertamanya. Bekas kapal induk Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi, kini berlayar menuju Indonesia setelah meninggalkan Italia pada pekan ini.

Kapal tersebut diperkirakan tiba di Indonesia pada 15–20 September 2026. Setelah proses serah terima resmi, Giuseppe Garibaldi akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada.

Kapal berbobot sekitar 13.850 ton dalam kondisi muatan penuh itu pertama kali dioperasikan Angkatan Laut Italia pada 1985. Indonesia memperolehnya melalui skema hibah antarpemerintah.

Dalam pengoperasiannya, KRI Gajah Mada akan lebih difokuskan sebagai kapal pengangkut dan pengoperasi helikopter. Kapal ini dapat mendukung operasi berbagai matra TNI, termasuk TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, dan TNI Angkatan Darat.

Kapal tersebut juga berpotensi digunakan untuk mendukung operasi pesawat nirawak atau drone. Indonesia sebelumnya telah memperoleh Bayraktar TB3 dari Turki, drone yang dirancang untuk dapat dioperasikan dari kapal dengan dek penerbangan.

Persiapan pengoperasian KRI Gajah Mada juga terus dilakukan. Pangkalan khusus untuk kapal tersebut disebut hampir rampung di Lampung, Sumatera bagian selatan.

Selain itu, fasilitas latihan bagi penerbang dan kru dek telah disiapkan di Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut Juanda, Jawa Timur. Area latihan tersebut dilengkapi dengan gambar tata letak dek penerbangan kapal untuk membantu mempersiapkan personel sebelum kapal mulai beroperasi.

Prosesi penggantian nama dan pengukuhan KRI Gajah Mada dijadwalkan berlangsung pada 25 September 2026. Presiden Prabowo Subianto diperkirakan menghadiri acara tersebut.

KRI Gajah Mada juga direncanakan ikut dalam rangkaian kegiatan memperingati hari ulang tahun TNI pada Oktober 2026.

Dengan masuknya KRI Gajah Mada, Indonesia akan menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang mengoperasikan kapal induk setelah Thailand. Angkatan Laut Thailand telah mengoperasikan HTMS Chakri Naruebet sejak 1997.

Kehadiran kapal ini menambah pilihan bagi Indonesia dalam menjalankan operasi maritim, mulai dari pengawasan wilayah laut, distribusi logistik, bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana hingga memperkuat kehadiran Indonesia di wilayah perairan yang luas.

Sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang sangat luas, kemampuan mengoperasikan helikopter dari kapal memberikan fleksibilitas bagi TNI dalam menjangkau wilayah yang sulit diakses dari pangkalan darat.