NASIONAL

Tegas! BGN Tutup Dapur dan Copot Kepala SPPG Imbas Keracunan Massal Pelajar Usai Diduga Santap MBG

79
×

Tegas! BGN Tutup Dapur dan Copot Kepala SPPG Imbas Keracunan Massal Pelajar Usai Diduga Santap MBG

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas menyikapi insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, setelah diduga menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya telah menutup atau menyegel dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut. Kepala SPPG terkait juga dicopot dari jabatannya.

Langkah itu diambil setelah sebanyak 279 pelajar dari tiga sekolah, yakni SMP Swasta Bersama, SMA Swasta Bersama, dan SMA Negeri 1 Berastagi, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG.
Informasi mengenai kejadian tersebut telah sampai kepada Sudaryono. Ia bahkan melakukan video call dengan Bupati Karo untuk melihat secara langsung kondisi para siswa yang terdampak.

“Tindakan administratif juga sudah diambil, pencopotan Kepala SPPG terkait dan penyegelan dapur operasional. BGN juga memastikan kondisi mereka (siswa) dan kemudian mencari akar persoalannya,” ujar Sudaryono melalui akun Instagram resminya, Jumat (14/8/2026).

Sejumlah pelajar yang mengalami gangguan kesehatan harus mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSU Kabanjahe, RS Efarina, dan RS Amanda.
BGN memastikan kondisi para siswa menjadi perhatian utama sembari proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab insiden tersebut dilakukan.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan setempat tengah melakukan pemeriksaan terhadap sampel sisa lauk-pauk yang dikonsumsi para pelajar. Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Dapur MBG yang bersangkutan diketahui telah mengantongi Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Namun, sertifikasi tersebut tidak serta-merta menghentikan proses pemeriksaan terhadap dugaan keracunan yang terjadi.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat mengungkap sumber masalah sehingga langkah perbaikan dapat dilakukan dan kejadian serupa tidak kembali terjadi.