NASIONAL

1.879,31 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Satgas Karhutla Kerja Keras Padamkan Api

60
×

1.879,31 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Satgas Karhutla Kerja Keras Padamkan Api

Sebarkan artikel ini
Foto: BNPB

JAMBI – Luas lahan terbakar di Provinsi Jambi hingga Kamis (3/9) mencapai 1.879,31 hektare. Pada hari yang sama, estimasi area yang terbakar mencapai 47,5 hektare. Dari total 37 hektare area yang ditangani, Satgas Darat Karhutla berhasil memadamkan 31 hektare.

Berdasarkan laporan BNPB, Satgas Darat Karhutla Jambi hingga kini terus berjibaku mengendalikan kebakaran. Salah satu lokasi yang menjadi fokus penanganan berada di Desa Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

Di lokasi tersebut, personel dari berbagai unsur melakukan pemadaman, membuat sekat bakar, serta memperkuat proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

Tantangan di lapangan tidak ringan. Tiupan angin kencang di tengah teriknya matahari dapat membuat api kembali berkobar. Kondisi lahan gambut yang tebal juga menyulitkan pemadaman karena bara dapat bertahan di bawah permukaan dan sewaktu-waktu muncul kembali. Personel juga harus mewaspadai keberadaan satwa liar di kawasan hutan.

Ketua Pos 27 Satgas Darat Karhutla Provinsi Jambi, Ahmadi (53), bersama 20 personel lainnya telah bertugas selama dua bulan terakhir. Mereka tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga mengedukasi masyarakat untuk mencegah munculnya titik api serta memantau wilayah yang rawan terbakar.

Regu yang dipimpin Ahmadi bekerja hampir 12 jam setiap hari. Dari pagi hingga sore menjelang malam, mereka menyusuri lokasi dan berpindah dari satu titik kebakaran ke titik lainnya. Saat malam tiba, tugas dilanjutkan secara bergantian bersama tim relawan dari unsur masyarakat.

Perjuangan Satgas Darat masih terus berlangsung. Pemadaman, penyekatan, dan pendinginan dilakukan untuk mencegah api kembali menyala maupun meluas ke area lainnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari penanganan karhutla di Jambi sekaligus menjaga agar dampak asap dan kualitas udara di wilayah terdampak dapat berangsur membaik.