RAGAM

Kang Herti, Tukang Sapu dan Marbot Masjid yang Aktif Edukasi Anti-Bullying

22
×

Kang Herti, Tukang Sapu dan Marbot Masjid yang Aktif Edukasi Anti-Bullying

Sebarkan artikel ini

Kepedulian terhadap anak-anak Indonesia membuat Kang Herti, yang akrab disapa Kang Hertigol, tidak hanya menjalani aktivitas sebagai tukang sapu jalanan dan marbot masjid. Di tengah keterbatasannya, ia memilih turun langsung memberikan edukasi tentang bahaya bullying atau perundungan kepada anak-anak.

Kegiatan tersebut ia lakukan secara mandiri, baik di lingkungan tempat tinggalnya maupun di berbagai daerah yang ia kunjungi. Bagi Kang Herti, anak-anak perlu mendapatkan ruang untuk belajar, bermain, sekaligus mengekspresikan diri agar tumbuh menjadi generasi yang percaya diri dan mampu menghargai sesama.

Di wilayahnya sendiri, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kang Herti mengumpulkan anak-anak, termasuk anak yatim, penyandang disabilitas, dan anak berkebutuhan khusus. Mereka diajak mengikuti kegiatan yang dikemas melalui drama dan permainan.

Melalui drama, anak-anak diberikan kesempatan untuk tampil di depan orang lain dan mengekspresikan diri. Kang Herti ingin kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mereka untuk menghilangkan rasa minder dan membangun keberanian.

Tidak hanya memberikan edukasi, ia juga berusaha membuat anak-anak merasa senang dan dihargai. Dalam kegiatan tersebut, ia terkadang memberikan uang jajan serta alat-alat tulis kepada mereka sebagai bentuk dukungan agar semakin bersemangat mengikuti kegiatan.

Kang Herti juga memiliki cara berbeda ketika memberikan edukasi di luar wilayahnya. Ia kerap terlibat dalam berbagai kegiatan sebagai cosplay, announcer maupun komentator festival sepak bola SSB. Kesempatan tersebut dimanfaatkannya untuk berinteraksi langsung dengan anak-anak dari berbagai daerah.

Kegiatan yang pernah diikuti mencakup Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten hingga Bali. Sasarannya anak-anak dari berbagai kelompok usia,” ujarnya.

Di sela kegiatan tersebut, Kang Herti menyampaikan pesan sederhana mengenai pentingnya menghentikan bullying dan perundungan. Ia mengajak anak-anak untuk saling menghormati dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk merendahkan orang lain.

Menurutnya, anak-anak Indonesia harus tumbuh dalam lingkungan yang saling mendukung. Pesan yang terus ia bawa adalah bahwa semua anak merupakan saudara dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Kepedulian tersebut berawal dari keprihatinannya melihat banyaknya kasus bullying yang muncul di media sosial maupun televisi. Meski tidak memiliki pengalaman sebagai korban bullying, ia merasa terpanggil untuk ikut mengambil bagian dalam mencegah perundungan sejak dini.

Keterbatasan ekonomi tidak membuat langkahnya berhenti. Sebagai tukang sapu jalan dengan penghasilan yang pas-pasan, Kang Herti terkadang menggunakan uang pribadi untuk menyediakan camilan, uang jajan maupun perlengkapan sederhana bagi anak-anak yang mengikuti kegiatannya.

Apa yang dilakukannya pun mendapat respons positif dari masyarakat. Orang tua dan warga memberikan dukungan, sementara anak-anak yang terlibat mulai menunjukkan keberanian untuk tampil dan berkomunikasi.

Bagi Kang Herti, kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas sosial. Ia ingin ikut berkontribusi mewujudkan generasi emas Indonesia yang cerdas, hebat, berakhlak dan bertakwa.

Dari pekerjaan sebagai tukang sapu jalanan dan marbot masjid, Kang Herti menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masa depan anak-anak dapat dilakukan siapa saja. Baginya, edukasi tentang stop bullying harus terus disuarakan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh tanpa rasa takut, saling menghargai dan berani menjadi dirinya sendiri.(rus)