NASIONAL

109,64 Hektare Lahan Terbakar di Sejumlah Wilayah

22
×

109,64 Hektare Lahan Terbakar di Sejumlah Wilayah

Sebarkan artikel ini

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada periode pelaporan Kamis hingga Jumat, 20-21 Agustus 2026. Seluruh kejadian bencana baru yang dilaporkan dalam periode tersebut didominasi karhutla.

Karhutla pertama dilaporkan terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, pada Kamis (20/8). Kebakaran melanda lahan di Desa Lalang, Kecamatan Manggar, serta Desa Lenggang dan Desa Lintang, Kecamatan Renggiang, dengan total luas mencapai 3,8 hektare.

BPBD Kabupaten Belitung Timur mengerahkan empat personel, empat set mesin pompa gendong, selang pemadam, dan satu kendaraan operasional. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Di Jawa Timur, karhutla juga terjadi di sejumlah daerah. Di Kabupaten Bondowoso, kebakaran pada Rabu (19/8) menghanguskan sekitar 20 hektare kawasan hutan di Petak 102 Aren, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen. BPBD Jawa Timur bersama BPBD Bondowoso melakukan pemadaman dan asesmen. Api berhasil dipadamkan pada Kamis (20/8) sekitar pukul 18.00 WIB.

Karhutla lainnya terjadi di Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Sekitar tiga hektare lahan yang ditumbuhi vegetasi kering dan serasah terbakar. BPBD Kabupaten Blitar bersama unsur terkait melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan pada Kamis sekitar pukul 18.30 WIB. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Sementara di Kabupaten Magetan, kebakaran terjadi di kawasan hutan rakyat Desa Mategal, Kecamatan Parang, dan Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan. Luas lahan yang terbakar mencapai delapan hektare. Api dilaporkan telah padam pada Kamis (20/8) dan tidak terjadi perluasan area terbakar.

Jawa Timur sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.3/327/013/2026. Status tersebut berlaku selama 180 hari, mulai 16 Mei hingga 6 Oktober 2026.

Karhutla juga kembali muncul di Pulau Kalimantan. Di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, kebakaran terjadi di wilayah Kecamatan Tanah Grogot, Batu Sopang, dan Batu Engau pada Rabu (19/8). Kebakaran yang melanda kawasan taman konservasi dengan material semak belukar dan gambut tersebut mencapai 25,29 hektare.

BPBD Kabupaten Paser melakukan pemadaman melalui jalur darat dan pemantauan pascapemadaman. Api berhasil dipadamkan pada Kamis (20/8).

Kondisi lebih luas terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Pada Rabu (19/8), karhutla dilaporkan terjadi di Desa Loa Gagak, Kecamatan Loa Kulu; Kelurahan Spontan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong; Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga; Desa Kayu Bata, Kecamatan Muara Muntai; Kelurahan Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa; serta Desa Kota Bangun Hulu, Kecamatan Kota Bangun.

Total luas lahan terbakar mencapai 49,55 hektare. Kelurahan Pendingin menjadi wilayah dengan area terbakar paling luas, yakni sekitar 42 hektare.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kutai Kartanegara bersama relawan dan pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan pemadaman darat. Pada Kamis (20/8), api secara visual telah padam di sebagian besar lokasi. Namun, pemantauan menggunakan drone masih menemukan sekitar enam hingga tujuh titik api di Kelurahan Pendingin.

Menghadapi meningkatnya potensi karhutla, BNPB memperkuat penanganan melalui satuan tugas darat dan udara di enam provinsi prioritas. Hingga Jumat (21/8), dukungan udara telah digelar di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Di Riau, BNPB mengoperasikan satu helikopter untuk patroli, satu helikopter untuk operasi modifikasi cuaca (OMC), dan lima helikopter untuk water bombing. Di Jambi, dikerahkan satu helikopter patroli, satu untuk OMC, dan dua untuk water bombing.

Sementara di Sumatera Selatan, BNPB menurunkan satu helikopter patroli, satu helikopter untuk OMC, serta tujuh helikopter untuk water bombing. Di Kalimantan Selatan, satu helikopter digunakan untuk patroli, satu untuk OMC, dan tiga untuk water bombing.

Di Kalimantan Tengah, satu helikopter digunakan untuk patroli, satu untuk OMC, dan empat lainnya untuk water bombing. Sedangkan di Kalimantan Barat, BNPB mengoperasikan dua helikopter patroli, satu untuk OMC, dan lima helikopter untuk water bombing.

Pengoperasian helikopter akan terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Untuk pelaksanaan OMC, BNPB berkoordinasi dengan BMKG dalam memantau pertumbuhan awan hujan yang berpotensi dimanfaatkan.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, khususnya terhadap ancaman karhutla. Pemerintah daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, deteksi dini, serta memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah rawan kebakaran. Jika menemukan atau mengetahui adanya kebakaran, masyarakat diimbau segera melapor kepada otoritas setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan mencegah api meluas.