KOLAKA UTARA – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, masih menghadapi kendala. Salah satu persoalan utama yang menghambat progres pembangunan adalah ketersediaan lahan.
Hingga Oktober 2026, tercatat 63 Kopdes dari total 133 desa dan kelurahan di Kolaka Utara masih belum memiliki lahan untuk pembangunan.
Meski demikian, pembangunan fisik Kopdes di daerah tersebut terus berjalan. Sebanyak 45 Kopdes telah menyelesaikan pembangunan fisik hingga 100 persen, sementara 25 koperasi lainnya masih dalam proses pembangunan.
“Dari 133 desa dan kelurahan, baru 45 Kopdes yang pembangunannya tuntas hingga 100 persen,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kolaka Utara, Hasanuddin, Kamis (8/10/2026).
Selain progres pembangunan, hasil verifikasi tim juga menemukan 20 koperasi yang bangunannya telah dinyatakan layak untuk beroperasi.
Namun, koperasi yang bangunannya telah rampung dan dinyatakan layak belum seluruhnya bisa langsung beroperasi. Masih diperlukan berbagai sarana dan prasarana pendukung, baik kendaraan operasional maupun peralatan untuk menunjang aktivitas koperasi.
Kebutuhan tersebut antara lain mobil pikap, truk, sepeda motor, rak, CCTV, mesin absensi, komputer kasir serta berbagai perlengkapan operasional lainnya.
Untuk kendaraan operasional, sebagian koperasi sudah memilikinya. Sementara koperasi lainnya masih menunggu ketersediaan sarana serta dukungan pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Pemerintah berharap Kopdes Merah Putih seluruhnya bisa lekas terbangun. Karena itu, berbagai persiapan terus dilakukan, termasuk pelatihan dan penempatan manajer koperasi.
Sejumlah calon manajer Kopdes di Kolaka Utara juga telah mengikuti pelatihan di Magelang. Namun, penempatan mereka di daerah masih menunggu pemberitahuan resmi.
Dinas Koperasi dan UKM Kolaka Utara menyatakan akan terus melakukan pendampingan agar program tersebut dapat berjalan sesuai ketentuan. Pendampingan juga mencakup penyelesaian persoalan operasional dan administrasi yang dihadapi koperasi.
Kopdes Merah Putih juga diproyeksikan menjalin kemitraan dengan sejumlah pihak, termasuk Perum Bulog. Sejumlah koperasi disebut telah mengajukan kemitraan melalui sistem yang tersedia dan kini masih menunggu instruksi lebih lanjut.
Dengan kondisi tersebut, pembangunan Kopdes Merah Putih di Kolaka Utara masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah, terutama terkait ketersediaan lahan, penyelesaian pembangunan fisik, serta pemenuhan sarana dan prasarana.
Meski begitu, progres pembangunan tetap berjalan. Pemerintah berharap Kopdes Merah Putih nantinya dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.












