KENDARI – Sebuah kebanggaan besar bagi Sulawesi Tenggara. Dua putra-putri terbaik daerah berhasil mengukir prestasi dengan terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional Tahun 2026. Keduanya akan mewakili Sulawesi Tenggara dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta.
Mereka adalah La Ode Reyhan Putra Satria Korwa dari SMA Negeri 2 Baubau yang mewakili Kota Baubau, serta Wa Ode Bintang Adisya dari SMA Negeri 1 Kulisusu yang mewakili Kabupaten Buton Utara.
La Ode Reyhan Putra Satria Korwa lahir di Baubau pada 3 Mei 2010. Ia merupakan putra dari La Ode Gunawan Satria, seorang PNS, dan almarhumah Trisna Korwa.
Sementara itu, Wa Ode Bintang Adisya lahir di Pebaoa pada 3 September 2009. Ia merupakan putri dari La Ode Suhardin, yang berprofesi sebagai nelayan, dan Maasia, seorang ibu rumah tangga.
Keberhasilan keduanya menjadi anggota Paskibraka Nasional merupakan buah dari perjuangan panjang, latihan tanpa lelah, disiplin tinggi, serta tekad kuat. Mereka berhasil melewati proses seleksi yang sangat ketat dan mengungguli sekitar 400 peserta lainnya hingga akhirnya dipercaya membawa nama Sulawesi Tenggara di panggung kehormatan nasional.
Sebelum menjalankan tugas di tingkat nasional, kedua calon Paskibraka tersebut diterima oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka. Dalam arahannya, gubernur mengingatkan agar keduanya senantiasa menjaga nama baik daerah selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Jaga nama baik Sulawesi Tenggara. Kalian hadir bukan hanya sebagai pribadi, tetapi sebagai duta daerah. Setiap sikap, ucapan, dan tindakan akan mencerminkan nama baik Sultra di tingkat nasional,” pesan Andi Sumangerukka.
Ia juga meminta keduanya mensyukuri kesempatan yang telah diraih karena menjadi anggota Paskibraka Nasional merupakan sebuah kehormatan sekaligus prestasi yang membanggakan.
Menurutnya, seluruh proses latihan harus dijalani dengan penuh semangat, keikhlasan, dan tanggung jawab karena setiap tahapan akan membentuk karakter serta mental kepemimpinan.
“Jadilah pemimpin yang memberi teladan. Ketika kelak memimpin, jadikan pengalaman selama menjadi Paskibraka sebagai bekal untuk menularkan disiplin, integritas, dan semangat melayani kepada masyarakat,” ujarnya.
Gubernur juga menekankan pentingnya menjadikan disiplin sebagai jati diri. Menurutnya, disiplin bukan hanya soal tepat waktu, tetapi juga tentang ketaatan terhadap aturan, komitmen, dan tanggung jawab.
“Biasakan disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Jika terus diterapkan, disiplin akan berubah menjadi kebiasaan, kemudian menjadi karakter yang melekat dalam diri. Orang yang disiplin akan lebih mudah dipercaya, diberi tanggung jawab, dan memperoleh kesempatan untuk berkembang,” pesannya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengajak seluruh masyarakat memberikan doa dan dukungan kepada kedua putra-putri terbaik tersebut agar mampu menjalankan amanah dengan penuh kehormatan, menjadi teladan bagi generasi muda, serta mengharumkan nama Sulawesi Tenggara di tingkat nasional.












