KOLAKA UTARA- Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menggelar Sosialisasi Strategi Promosi Event Daerah di Era Digital di Hotel Puri Yasmin, Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (5/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Analis Kebijakan Ahli Muda di Direktorat Event Daerah, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Arum Damarintyas dan Anggota Komisi VII DPR RI, Rusda Mahmud.
Hadir juga Anggota Komisi II DPRD Kolut, Fathullah Hasyim, Kadis Parawista Kolut, Mustabesirah dan Ketua Karang Taruna Sultra, Wira Wirawan.
Diterangkan Arum, Kementerian Pariwisata memiliki sejumlah program strategis nasional dalam pengembangan pariwisata, antara lain Gerakan Wisata Bersih, digitalisasi pariwisata termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), wisata naik kelas, Kharisma Event Nusantara (KEN), serta penguatan ekosistem pariwisata.
Ia menegaskan bahwa KEN menjadi program unggulan dalam penyelenggaraan event yang merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah Pada tahun 2026, terdapat sekitar 200 event yang masuk dalam KEN, termasuk dari Sulawesi Tenggara.
Ia pun mendorong daerah untuk lebih aktif berpartisipasi. “Kami berharap daerah lain dapat mengusulkan event untuk tahun 2027, dengan syarat event tersebut telah dilaksanakan minimal tiga kali sebelumnya,” katanya.
Menurutnya, event tidak hanya menjadi atraksi wisata, tetapi juga berperan strategis dalam pelestarian budaya, mendorong ekonomi lokal, serta memperkuat promosi daerah.
Ia juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam promosi di berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, dan Facebook dan lainnya.
“Kami berharap generasi muda, khususnya di Kolaka Utara tidak hanya menjadi penikmat, tetapi juga menjadi kreator konten pariwisata untuk mempromosikan wisata di daerahnya masing-masing,” tambahnya.
Pariwisata Dorong Ekonomi Daerah
Sementara itu, Rusda Mahmud menekankan bahwa kegiatan ini harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi daerah kedepannya.
Rusda juga menyoroti keterkaitan sektor pariwisata dengan sektor lain, seperti UMKM dan ekonomi kreatif. Menurutnya, jika pariwisata berkembang, maka sektor-sektor tersebut juga akan ikut tumbuh.
Di sisi lain, infrastruktur pendukung juga ditekankan merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang sebuah objek wisata, seperti akses perbankan, fasilitas umum, dan layanan lainnya.
“Seperti di Pantai Berova, akan lebih baik jika tersedia ATM. Dengan begitu, pengunjung tidak perlu keluar lokasi hanya untuk menarik uang,” jelasnya.
Ia turut mengajak kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata.
“Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Ketika wisata berkembang, wisatawan datang dan berbelanja, maka perputaran ekonomi meningkat,” tutupnya.
Apresiasi dan Harapan Daerah
Anggota DPRD Kolaka Utara, Fathullah Hasim, mengapresiasi dukungan Rusda Mahmud terhadap kegiatan di daerah. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rusda Mahmud. Tanpa beliau, kegiatan seperti ini tidak akan hadir di Kolaka Utara,” ujarnya.
Ia juga menyoroti konsistensi Rusda dalam mendukung pengembangan daerah, khususnya sektor pariwisata. Fathullah mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam promosi digital, khususnya melalui media sosial.
“Dengan mempromosikan potensi daerah, kita dapat menarik wisatawan yang pada akhirnya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Pentingnya Transformasi Digital
Kepala Dinas Pariwisata Kolaka Utara menegaskan pentingnya transformasi digital dalam promosi daerah. “Promosi tidak lagi cukup dilakukan secara konvensional. Kita harus mampu memanfaatkan berbagai platform digital untuk memperkenalkan potensi daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa potensi seperti budaya lokal, destinasi wisata, produk unggulan, dan infrastruktur harus dikemas secara menarik melalui media sosial, website, dan konten kreatif.
Menurutnya, kolaborasi dengan influencer dan komunitas digital menjadi kunci dalam membangun citra positif daerah. “Melalui digitalisasi, sebuah event dapat menjangkau masyarakat nasional hingga internasional dengan biaya yang lebih efisien namun berdampak besar,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai strategi promosi yang cepat, kreatif, dan inovatif, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta memperkuat ekonomi lokal.
“Keberhasilan promosi tidak hanya dilihat dari publikasi, tetapi juga dari kemampuan membangun branding daerah yang kuat, konsisten, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Wira Wirawan mengapresiasi anggota DPR RI Komisi VII yang telah melibatkan Karang Taruna dalam kegiatan tersebut. Meskipun leading sectornya berada di bawah Dinas Sosial dan Kementerian Sosial, kolaborasi seperti ini diharapkan dapat terus terjalin.
“Kami menyambut baik sinergi ini dan menjadi perhatian kami, khususnya dalam mendorong kolaborasi untuk membantu meningkatkan sektor pariwisata di Provinsi Sulawesi Tenggara.”tutupnya.(rus)












