KOLAKA UTARA – Satu lagi tahanan yang kabur dari ruang tahanan Polres Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, akhirnya menyerahkan diri kepada aparat kepolisian pada Selasa (7/7/2026). Tahanan tersebut diketahui bernama Irwan.
Penyerahan diri Irwan membuat jumlah tahanan yang kembali diamankan polisi bertambah menjadi tujuh orang. Sebelumnya, sebanyak 11 tahanan melarikan diri dari ruang tahanan Polres Kolaka Utara pada Kamis (2/7/2026) dini hari.
Dari tujuh tahanan yang telah kembali ke tangan polisi, lima orang berhasil ditangkap dalam operasi pengejaran, sementara dua lainnya memilih menyerahkan diri secara sukarela setelah dilakukan pendekatan persuasif oleh aparat.
Irwan menyerahkan diri setelah pihak kepolisian melakukan pendekatan kepada keluarga dan tokoh masyarakat. Proses penyerahan dilakukan dengan didampingi Kepala Desa Walasiho. Sebelumnya, Irwan diketahui bersembunyi di kawasan Kilometer 1 Pegunungan HBI, Desa Walasiho, Kecamatan Walasihi, Kabupaten Kolaka Utara.
Sementara itu, empat tahanan lainnya masih berstatus buron. Polres Kolaka Utara terus mengintensifkan pencarian dengan memperketat pengawasan di sejumlah jalur keluar-masuk wilayah serta mengembangkan informasi dari berbagai pihak untuk mempercepat penangkapan para pelarian.
Kapolres Kolaka Utara, AKBP R. Todoan A. Gultom SIK mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan para tahanan yang masih buron agar segera melaporkan informasi tersebut kepada aparat dan tidak memberikan bantuan maupun perlindungan kepada mereka.
Adapun tujuh tahanan yang telah berhasil diamankan kembali yakni Sidiq, Syahryl alias Lulu, Aqrifaldi alias Rifal, Junaedi alias Cito, Ilham, Parel, dan Irwan.
Sidiq ditangkap di wilayah pegunungan Desa Katoi, Kecamatan Katoi. Syahryl alias Lulu diamankan di Kecamatan Rante Angin. Aqrifaldi alias Rifal ditangkap di Desa Latawe, Kecamatan Wawo, sedangkan Junaedi alias Cito kembali ditangkap di Desa Katoi.
Sementara Ilham menyerahkan diri di Desa Tojabi, Kecamatan Lasusua. Parel berhasil ditangkap di kawasan Danau Towuti, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Terakhir, Irwan menyerahkan diri setelah pendekatan persuasif yang dilakukan aparat bersama keluarga dan tokoh masyarakat.












