NASIONAL

Sempat Dihadang Sejumlah Warga, Ceramah Ustadz Abdul Somad Dihadiri Ribuan Jamaah

11
×

Sempat Dihadang Sejumlah Warga, Ceramah Ustadz Abdul Somad Dihadiri Ribuan Jamaah

Sebarkan artikel ini
Foto ; Istimewa

KUTAI BARAT – Meski sempat diwarnai aksi penolakan oleh sekelompok warga saat tiba di Bandara Melalan, Ustadz Abdul Somad (UAS) tetap melaksanakan agenda ceramah di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Tabligh Akbar yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah itu dipadati ribuan jamaah di Halaman Islamic Center, Kecamatan Melak, Jumat (3/7/2026) malam.

Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan mobil rombongan Ustadz Abdul Somad mendapat penghadangan saat tiba di Bandara Melalan pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 09.00 WITA. Sejumlah orang terlihat membawa spanduk penolakan dan menyuarakan agar UAS tidak menyampaikan ceramah di wilayah Kutai Barat.

Aparat kepolisian yang berjaga di lokasi segera melakukan pengamanan dengan membentuk barikade guna memisahkan rombongan UAS dengan kelompok penolak. Situasi sempat berlangsung tegang, namun tidak dilaporkan terjadi bentrokan fisik.

Meski demikian, agenda Tabligh Akbar tetap berlangsung dengan tertib. Antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya jamaah yang memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti tausiah Ustadz Abdul Somad.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani yang mewakili Bupati Kutai Barat, Asisten II Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, unsur Kodim 0912/Kutai Barat, Kapolres Kutai Barat, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, pimpinan perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya.

Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad mengajak umat Islam menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan menjaga persatuan di tengah keberagaman.

“Tahun Baru Islam harus menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah. Jangan mudah terpecah karena perbedaan, tetapi mari kita saling merangkul, saling menghormati, dan menjaga persaudaraan sebagai sesama umat dan sesama anak bangsa,” ujar UAS.

Ia juga menegaskan bahwa makna hijrah bukan sekadar berpindah tempat, melainkan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, terutama dalam aspek akhlak dan hubungan antarsesama.

“Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi berpindah dari akhlak yang kurang baik menuju akhlak yang lebih baik, dari permusuhan menuju persaudaraan, dan dari perpecahan menuju persatuan,” tuturnya.

Tabligh Akbar berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan hingga selesai. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, serta kebersamaan masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. (Ms/Jen)