KOLAKAKOLAKA TIMURSULAWESI TENGGARA

Wakapolri Resmikan 17 Jembatan Perintis di Sultra, Dua Jembatan “Dhira Brata” Dibangun di Kolaka dan Koltim

21
×

Wakapolri Resmikan 17 Jembatan Perintis di Sultra, Dua Jembatan “Dhira Brata” Dibangun di Kolaka dan Koltim

Sebarkan artikel ini
Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo meresmikan 17 jembatan perintis di Sulawesi Tenggara. Foto: Istimewa

SIARANPUBLIK.COM- Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo meresmikan 17 jembatan perintis saat kunjungan kerja di Polda Sulawesi Tenggara, termasuk dua jembatan utama bernama “Dhira Brata” yang berlokasi di Kabupaten Kolaka dan Kolaka Timur.

Peresmian jembatan tersebut merupakan implementasi instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam upaya pembangunan jembatan perintis guna membuka akses wilayah terpencil, mempercepat konektivitas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dua jembatan utama yang diresmikan yakni Jembatan Dhira Brata 1 di Desa Sabilambo, Kabupaten Kolaka dan Jembatan Dhira Brata 2 di Desa Silui, Kecamatan Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur. Kehadiran jembatan-jembatan ini diharapkan dapat melayani lebih dari 1.200 kepala keluarga (KK) serta menghubungkan lebih dari sembilan desa di wilayah Kolaka dan Kolaka Timur.

Pembangunan jembatan perintis yang diwujudkan Polri di wilayah Sulawesi Tenggara menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya di daerah yang membutuhkan akses transportasi yang lebih baik maupun wilayah dengan tingkat kerawanan tertentu.

Wakapolri Dedi Prasetyo mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.

“Pembangunan ini adalah wujud nyata kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat. Kita ingin memastikan bahwa akses masyarakat tidak lagi terhambat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah,” ujarnya.

Spesifikasi Dua Jembatan “Dhira Brata”

Jembatan Dhira Brata 1 yang terletak di Desa Sabilambo, Kabupaten Kolaka merupakan jembatan gantung asimetris dengan panjang bentang utama 30 meter dan lebar 1,2 meter. Jembatan ini memiliki kapasitas beban hingga 1,5 ton dan diperuntukkan bagi pejalan kaki, sepeda, serta sepeda motor.

Sementara itu, Jembatan Dhira Brata 2 yang berada di Desa Silui, Kecamatan Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur memiliki panjang 30 meter dan lebar 3 meter dengan tinggi sekitar 3 meter dari permukaan air. Jembatan ini melayani sekitar 120 KK di Desa Silui serta menghubungkan desa tersebut dengan Desa Konawendepiha dan delapan desa lainnya dengan total sekitar 1.100 KK.

Selain dua jembatan di Kolaka dan Kolaka Timur, Polri juga memetakan 15 titik jembatan lain yang akan dibangun maupun diperbaiki oleh polres jajaran di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara. Lokasi tersebut tersebar di beberapa daerah, antara lain Kabupaten Konawe Selatan, Buton Utara, Bombana, Konawe Utara, Kolaka Utara, Muna Barat, Konawe, Buton Tengah, hingga Kabupaten Buton.

Pembangunan jembatan-jembatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara Polri dan masyarakat dengan semangat gotong royong, serta dukungan tenaga profesional di bidang konstruksi untuk memastikan keamanan dan keberlanjutan infrastruktur.

Wakapolri menegaskan bahwa pembangunan jembatan perintis ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun infrastruktur yang adaptif terhadap kondisi geografis Indonesia yang beragam dan rawan bencana.

“Presiden menekankan bahwa Indonesia memiliki karakter geografis yang penuh potensi sekaligus risiko bencana. Oleh karena itu, kita harus membangun infrastruktur yang tangguh dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah,” tegasnya.

Peresmian 17 jembatan perintis di Sulawesi Tenggara, termasuk dua jembatan “Dhira Brata”, menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap peningkatan akses masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan warga di wilayah pedesaan.