KENDARI – Asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi penurunan kualitas udara yang dapat terjadi di seluruh 17 kabupaten/kota dalam beberapa hari ke depan.
Peringatan tersebut disampaikan BMKG melalui Siaran Pers Nomor e.B/ME.02.04/216/KKNI/IX/2026 tertanggal 3 Oktober 2026.
Dalam laporan itu, BMKG menyebut asap tipis hingga cukup tebal terpantau di langit Sulawesi Tenggara. Pada Sabtu (3/10/2026), asap terlihat di Kota Kendari dan wilayah sekitarnya dengan jarak pandang pada pagi hari kurang dari 5 kilometer.
Kualitas udara Kendari berdasarkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 berada pada kategori sedang, dengan konsentrasi 15,5–55,4 mikrogram per meter kubik.
Kondisi tersebut diperkirakan membaik pada sore hingga malam hari. Namun, BMKG mengingatkan pola serupa masih berpotensi kembali terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Di tengah kondisi tersebut, BMKG juga mendeteksi 105 titik panas atau hotspot di Sulawesi Tenggara. Titik panas terbanyak terpantau di wilayah Bombana.
Namun, BMKG menyatakan asap yang masuk ke Sulawesi Tenggara tidak seluruhnya berasal dari kebakaran di wilayah setempat.
Berdasarkan arah angin dari timur hingga timur laut serta pemantauan satelit Himawari-9, terdapat pergerakan asap dari luar Sulawesi Tenggara. Asap tersebut terutama terpantau bergerak dari wilayah Papua Selatan dan Maluku.
Dalam prakiraan tiga hari ke depan, paparan asap kategori sedang berpotensi terjadi di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.
Ke-17 wilayah tersebut adalah Kota Kendari, Konawe Kepulauan, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Muna, Muna Barat, Baubau, Buton, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Tengah, Wakatobi, dan Kolaka.
Warga Diminta Waspada
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan asap, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat dianjurkan menggunakan masker, memperbanyak konsumsi air putih, serta menutup jendela rumah apabila konsentrasi asap mulai terasa pekat.
Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Kondisi tersebut juga perlu diperhatikan pengguna jalan serta sektor transportasi laut dan udara. Konsentrasi asap dapat menurunkan jarak pandang sehingga berpotensi mengganggu aktivitas transportasi.
BMKG meminta masyarakat mengikuti perkembangan cuaca dan sebaran asap melalui kanal resmi, termasuk aplikasi Info BMKG, BMKG Sulawesi Tenggara, serta Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari.
Masyarakat juga diingatkan tidak mudah mempercayai informasi mengenai cuaca dan kualitas udara yang beredar tanpa sumber resmi.
Pemantauan secara berkala diperlukan untuk mengantisipasi dampak paparan asap sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Sulawesi Tenggara.












