PENDIDIKAN

Hanya Satu Murid Baru, Kisah SD Negeri di Boyolali yang Tetap Semangat Membuka Kelas

54
×

Hanya Satu Murid Baru, Kisah SD Negeri di Boyolali yang Tetap Semangat Membuka Kelas

Sebarkan artikel ini
Andriyani Mudrikah memberikan pelajaran kepada Khansa dengan penuh semangat meski menjadi satu-satunya murid baru di sekolah tersebut. Foto : Istimewa

Boyolali – Pemandangan tak biasa terjadi pada awal Tahun Ajaran 2026/2027 di SD Negeri 2 Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. Di saat sekolah lain menyambut puluhan peserta didik baru, sekolah ini hanya menerima satu murid baru.

Siswi bernama Khansa menjadi satu-satunya siswa kelas 1 yang akan mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Kondisi ini menjadi gambaran nyata menurunnya jumlah pendaftar di sejumlah Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Boyolali.

Meski hanya mengajar satu siswa, guru kelas 1 SDN 2 Cepokosawit, Andriyani Mudrikah, mengaku tetap berkomitmen memberikan pendidikan terbaik. Ia mengakui sempat merasa minder melihat ruang kelas yang hanya ditempati satu anak, namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya.

“Awalnya memang ada rasa minder. Tetapi berapa pun jumlah muridnya, kami harus tetap semangat. Orang tua sudah mempercayakan anaknya kepada kami, sehingga kami wajib memberikan pelayanan pendidikan yang maksimal,” ujarnya dikutip dari Radar Solo.

Pihak sekolah mengungkapkan telah melakukan berbagai upaya untuk menarik minat calon peserta didik. Para guru mendatangi sejumlah Taman Kanak-kanak (TK), melakukan sosialisasi ke desa-desa sekitar, hingga menerapkan sistem “jemput bola” agar anak-anak mau bersekolah di SDN 2 Cepokosawit.

Bahkan, untuk memastikan Khansa tetap bersekolah di sana, guru diketahui beberapa kali mendatangi rumahnya.

Namun, berbagai usaha tersebut belum mampu mengubah keadaan. Minimnya jumlah anak usia sekolah dasar di wilayah tersebut menjadi penyebab utama rendahnya penerimaan siswa baru.

Fenomena ini menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan sejumlah SD Negeri di Boyolali. Meski demikian, para guru di SDN 2 Cepokosawit memilih tetap bertahan dan menjalankan tugas mereka dengan penuh dedikasi, meski hanya memiliki satu murid di ruang kelas.