KOLAKA UTARA

Bertahun-tahun Menunggu Perbaikan, Sekolah SD Negeri di Kolaka Utara Masih Beralas Tanah dan Dinding Bolong-bolong

30
×

Bertahun-tahun Menunggu Perbaikan, Sekolah SD Negeri di Kolaka Utara Masih Beralas Tanah dan Dinding Bolong-bolong

Sebarkan artikel ini

KOLAKA UTARA – Potret pendidikan di pelosok Kabupaten Kolaka Utara masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar. Hingga kini, SD Negeri 13 Lasusua di Dusun Tobau, Desa Batu Ganda, Kecamatan Lasusua, masih menjalankan proses belajar mengajar di ruang kelas yang beralas tanah dengan dinding kayu dan kalsiboard yang bolong-bolong serta lapuk.

Kondisi bangunan sekolah tersebut dinilai memprihatinkan. Padahal, sekolah yang berstatus negeri sejak 2017 itu merupakan satu-satunya akses pendidikan dasar bagi masyarakat di wilayah yang dihuni lebih dari 400 penduduk.

Dari lima ruang belajar yang dimiliki, hanya dua ruangan yang telah menggunakan lantai semen. Tiga ruang lainnya masih beralas tanah, sementara keterbatasan ruang membuat siswa kelas 1 dan kelas 2 harus belajar dalam satu ruangan yang sama.

Di tengah keterbatasan sarana, semangat belajar para siswa tetap tidak surut. Saat ini tercatat sebanyak 51 siswa aktif menempuh pendidikan di SD Negeri 13 Lasusua.

Pihak sekolah mengaku telah berulang kali melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah daerah. Kepala SD Negeri 13 Lasusua, Kirman, mengatakan pemerintah telah memberikan respons dan diharapkan pembangunan dapat mulai direalisasikan tahun ini, meski dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.

Selain persoalan bangunan, akses menuju sekolah juga menjadi tantangan bagi para tenaga pendidik. Lokasi sekolah yang berada di kawasan pegunungan hanya dapat ditempuh melalui jalan setapak yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

Salah seorang guru, Usman, mengungkapkan saat cuaca buruk tidak semua guru dapat mencapai sekolah. Dalam kondisi tertentu, hanya satu orang guru yang harus menangani seluruh siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.

Saat ini SD Negeri 13 Lasusua memiliki delapan guru dan seorang kepala sekolah. Namun, medan yang berat dan fasilitas yang terbatas masih menjadi kendala utama dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut.

Kondisi SD Negeri 13 Lasusua menjadi gambaran masih adanya ketimpangan sarana pendidikan di daerah terpencil. Meski harus belajar di ruang kelas beralas tanah dan berdinding bolong-bolong, semangat para siswa untuk menimba ilmu tetap menyala sambil menunggu harapan akan hadirnya sekolah yang lebih layak.