HUKUM & KRIMINALNASIONAL

Penggerebekan Maut Bandar Sabu di Katingan, 1 Polisi Gugur dan 2 Hilang

39
×

Penggerebekan Maut Bandar Sabu di Katingan, 1 Polisi Gugur dan 2 Hilang

Sebarkan artikel ini

KATINGAN – Operasi pemberantasan peredaran narkotika yang digelar Satresnarkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota polisi gugur, sementara dua personel lainnya masih dalam pencarian setelah tim diserang massa bersenjata saat melakukan penangkapan terhadap terduga bandar sabu.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Aipda Yudhi Perdana Putra. Sementara dua anggota yang hingga Jumat (3/7/2026) masih belum ditemukan adalah Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan, pencarian terhadap kedua personel tersebut terus dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Polres Katingan dan Polda Kalimantan Tengah.

“Anggota yang meninggal dunia adalah Aipda Y. Sedangkan dua anggota lainnya, Aiptu S dan Bripda N, hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan,” ujar Dodik.

Kronologi Penggerebekan

Peristiwa bermula setelah Satresnarkoba Polres Katingan menerima laporan masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran sabu yang semakin marak di Desa Tumbang Kalemei pada Rabu (1/7). Hasil penyelidikan kemudian mengarah kepada dua orang yang diduga menjadi pelaku utama, yakni residivis narkotika berinisial BIO bersama rekannya berinisial BUSU.

Malam itu, sekitar pukul 21.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari 12 personel bergerak menuju lokasi. Sembilan anggota ditugaskan melakukan penindakan, sedangkan tiga personel lainnya bersiaga sebagai tim pendukung di sekitar SMP setempat. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 00.30 WIB.

Operasi awalnya berjalan sesuai rencana. Petugas berhasil mengamankan BIO tanpa kendala berarti. Namun situasi berubah dalam hitungan menit ketika penghuni rumah melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam.

Seorang pria tiba-tiba menyerang Briptu Dedi menggunakan parang dari arah dapur. Serangan itu berhasil dihindari dan dilumpuhkan petugas. Tak lama berselang, dua pria lainnya kembali mengayunkan parang ke arah Kasatresnarkoba yang memimpin operasi.

Karena keselamatan personel terancam, Aiptu Sumariyanto melepaskan tembakan peringatan. Namun serangan tidak juga berhenti sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur. Seorang penyerang bernama Teriyo (40) terkena tembakan dan meninggal dunia.

Insiden tersebut memicu kemarahan keluarga korban dan warga sekitar. Dalam waktu singkat, puluhan orang berdatangan ke lokasi dengan membawa parang, balok kayu, hingga senjata api rakitan. Massa kemudian mengepung anggota kepolisian yang masih berada di lokasi penggerebekan.

Menyadari situasi tidak lagi seimbang, tim penindakan memutuskan mundur sambil meminta bantuan tambahan dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.

Saat berusaha meninggalkan lokasi, kendaraan polisi disebut dikejar sebuah mobil SUV berwarna silver, sementara di sejumlah titik perjalanan personel juga menghadapi adangan kelompok warga bersenjata tajam.

Sebagian anggota berhasil mencapai Polsek Katingan Tengah. Namun beberapa personel lainnya terpisah dari rombongan dan terjebak di sebuah pulau kecil.

Dalam kondisi terdesak, mereka memilih menyeberangi sungai untuk menghindari kejaran massa. Derasnya arus membuat Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhi Perdana Putra, dan Bripda Nopandri Ramadhana kelelahan saat berenang.

Sementara lima anggota lainnya berhasil mencapai daratan dan bertahan dengan bersembunyi di kawasan hutan hingga akhirnya dievakuasi oleh tim bantuan.

Setelah situasi mulai terkendali, tim gabungan kembali melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Dalam pencarian tersebut, petugas menemukan Aipda Yudhi Perdana Putra telah meninggal dunia di atas sebuah lanting. Korban ditemukan dengan luka bacok serius pada bagian kepala.

Pencarian terhadap Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih terus dilakukan. Tim gabungan menyisir aliran sungai, kawasan hutan, serta sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan kedua anggota tersebut.

Selain fokus pada pencarian, kepolisian juga memperkuat pengamanan di Desa Tumbang Kalemei untuk mengantisipasi gangguan keamanan lanjutan. Di sisi lain, penyelidikan terhadap para pelaku penyerangan terhadap anggota kepolisian dan pengembangan kasus dugaan jaringan peredaran sabu di wilayah tersebut masih terus berlangsung.(Ry)