SIARANPUBLIK.COM- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi mengumumkan penundaan penutupan sementara Pelabuhan Penyeberangan Bajoe yang sebelumnya dijadwalkan pada 10 April 2026.
Dalam surat resmi tertanggal 9 April 2026, manajemen ASDP Cabang Bajoe menyampaikan bahwa penutupan pelabuhan kini diundur menjadi 1 Mei hingga 1 Juni 2026. Penundaan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis, khususnya terkait proyek pemasangan Movable Bridge (MB).
Material utama jembatan tersebut diperkirakan baru tiba pada akhir April 2026, sementara proses instalasi dan pekerjaan teknis masih berlangsung. Selain itu, jadwal distribusi kapal RoRo dari Surabaya ke Makassar juga menjadi faktor pertimbangan.
Selama masa penutupan berlangsung, layanan penyeberangan akan dialihkan ke lintasan Siwa–Kolaka. ASDP juga menetapkan batas maksimal kendaraan yang dapat melintas sebesar 30 ton demi menjaga keselamatan operasional.
General Manager Bajoe, Anom Sedayu Panatagama, mengimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk mendukung kebijakan ini serta membantu menyosialisasikan perubahan jadwal kepada pengguna jasa.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelancaran transportasi penyeberangan sekaligus memastikan peningkatan infrastruktur berjalan optimal.






