RAGAM

Viral! Netizen Bandingkan Harga Drone Shahed Iran dengan Robot Anjing Polri, Selisihnya Capai 5 Kali Lipat

8
×

Viral! Netizen Bandingkan Harga Drone Shahed Iran dengan Robot Anjing Polri, Selisihnya Capai 5 Kali Lipat

Sebarkan artikel ini

SIARANPUBLIK.COM-Perbandingan harga teknologi keamanan dan militer ramai diperbincangkan warganet di media sosial. Netizen menyoroti selisih harga antara drone tempur Iran jenis Shahed‑136 dengan robot anjing polisi yang akan digunakan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dalam infografik perbandingan yang beredar, biaya produksi drone Shahed-136 diperkirakan sekitar US$35.000 atau sekitar Rp590 juta per unit.

Drone ini dikenal sebagai drone kamikaze yang digunakan untuk serangan jarak jauh dengan jangkauan hingga sekitar 2.000 kilometer. Estimasi biaya tersebut pernah dilaporkan oleh media internasional seperti The New York Times.

Sementara itu, robot polisi yang sebelumnya sempat dipamerkan Polri diperkirakan memiliki harga sekitar Rp3 miliar per unit. Informasi mengenai kisaran harga robot tersebut juga sempat diberitakan oleh media nasional Kompas.

Jika dibandingkan, harga robot anjing polisi tersebut sekitar lima kali lebih mahal dibanding satu unit drone Shahed-136.

Perbedaan harga yang cukup jauh inilah yang kemudian memicu berbagai komentar dari netizen. Banyak warganet mempertanyakan perbandingan biaya teknologi tersebut, sementara sebagian lainnya menilai kedua perangkat memiliki fungsi yang sangat berbeda sehingga tidak bisa disamakan secara langsung.

Meski demikian, diskusi tersebut membuat topik perbandingan teknologi militer dan keamanan ini menjadi viral di media sosial.

Mengenal Drone Shahed 136 Iran

Drone kamikaze Shahed‑136 buatan Iran dikenal sebagai drone jenis loitering munition atau drone bunuh diri yang akan menabrakkan diri ke target. Drone ini membawa bahan peledak di bagian hidungnya dan akan meledak saat mencapai sasaran.

Silansir dari Army Recognition, salah satu keunggulan utama drone ini adalah jangkauan terbang yang sangat jauh, yang diperkirakan bisa mencapai 1.000 hingga 2.500 kilometer. Dengan jarak tersebut, drone dapat diluncurkan dari wilayah yang cukup jauh dari garis depan pertempuran.

Selain itu, Shahed-136 juga dirancang dengan desain sederhana sehingga dapat diproduksi secara massal. Drone ini memiliki panjang sekitar 3,5 meter dengan bentang sayap sekitar 2,5 meter dan bobot sekitar 200 kilogram.

Drone ini biasanya diluncurkan menggunakan peluncur yang dipasang pada kendaraan truk, sehingga mudah dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain. Sistem peluncuran ini membuat posisi operator menjadi lebih sulit dilacak oleh lawan.

Dalam praktiknya, drone Shahed-136 sering digunakan dalam serangan swarm atau serangan berkelompok, di mana puluhan drone diluncurkan sekaligus. Strategi ini bertujuan membanjiri sistem pertahanan udara musuh sehingga sebagian drone tetap dapat menembus dan mengenai target.

Dengan kombinasi harga murah, jangkauan jauh, dan kemampuan serangan massal, Shahed-136 kini dianggap sebagai salah satu contoh bagaimana teknologi drone sederhana dapat memberikan dampak besar dalam dinamika peperangan modern.