PENDIDIKAN

Kisah Haru dari Sumba, Murid SD Bergantian Gendong Temannya yang Difabel Demi Bisa Sekolah

33
×

Kisah Haru dari Sumba, Murid SD Bergantian Gendong Temannya yang Difabel Demi Bisa Sekolah

Sebarkan artikel ini
Foto : Mayang

Sumba Timur – Kisah penuh haru datang dari SD Kakaha, Kecamatan Ngadu Ngala, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah segala keterbatasan, sekelompok murid sekolah dasar menunjukkan arti persahabatan yang sesungguhnya dengan bergantian menggendong teman mereka yang merupakan anak berkebutuhan khusus (difabel) agar tetap bisa berangkat dan mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Aksi tulus para siswa itu viral di media sosial karena dinilai menjadi potret nyata kepedulian dan gotong royong yang lahir dari hati anak-anak. Tanpa diminta dan tanpa mengeluh, mereka saling membantu agar sahabat mereka, Sipri, tidak kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan.

Setiap hari, murid-murid bergantian menggendong Sipri menuju sekolah. Bagi mereka, sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat memastikan tidak ada satu pun teman yang tertinggal hanya karena memiliki keterbatasan fisik.

Sesampainya di ruang kelas, perjuangan Sipri belum berakhir. Dengan penuh kesabaran, gurunya membimbing Sipri belajar menulis menggunakan pensil yang dijepit di sikunya. Keterbatasan fisik yang dimilikinya tak pernah memadamkan semangat untuk terus belajar dan meraih cita-cita.

Ketulusan teman-teman Sipri yang selalu mendampinginya menjadi bukti bahwa rasa kemanusiaan tidak diukur dari usia ataupun materi. Anak-anak itu mengajarkan bahwa kepedulian dan kasih sayang mampu menghapus segala batas yang ada.

Kisah mengharukan dari pelosok Sumba Timur ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk lebih peduli terhadap sesama dan terus mewujudkan lingkungan yang inklusif, di mana setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan.

Di saat banyak orang dewasa masih sibuk dengan urusannya masing-masing, anak-anak di SD Kakaha justru memberikan pelajaran berharga tentang arti persahabatan, gotong royong, dan ketulusan. Mereka tidak hanya menggendong Sipri menuju sekolah, tetapi juga mengantarnya selangkah lebih dekat menuju mimpi-mimpinya.