KONAWE

Kapal Penampung Ikan Tabrak Karang di Perairan Bokori, Enam ABK Dievakuasi Basarnas

64
×

Kapal Penampung Ikan Tabrak Karang di Perairan Bokori, Enam ABK Dievakuasi Basarnas

Sebarkan artikel ini
Evakuasi ABK. Foto: Basarnas Kendari.

KONAWE – Sebuah kapal penampung ikan yang mengangkut enam orang dilaporkan mengalami kecelakaan laut setelah menabrak karang dan mengalami kebocoran di sekitar Perairan Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Senin (15/6/2026) malam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 20.40 WITA dari Herman, keluarga salah satu korban.

Berdasarkan informasi yang diterima, kapal penampung ikan tersebut berangkat dari Banggai menuju Kendari pada Senin dini hari sekitar pukul 04.00 WITA dengan membawa enam orang di atas kapal.

Namun, saat dalam perjalanan, kapal menabrak karang sekitar pukul 20.30 WITA hingga menyebabkan lambung kapal bocor.

“Mendapat laporan tersebut, pada pukul 21.00 WITA Tim Rescue KPP Kendari bersama kru KN SAR Pacitan segera diberangkatkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan SAR,” kata Amiruddin.

Lokasi kejadian berada sekitar 9 mil laut dari Dermaga Basarnas Kendari. Tim SAR bergerak cepat menuju titik yang dilaporkan guna memastikan kondisi para penumpang kapal.

Sekitar 29 menit setelah operasi pencarian dimulai, tepatnya pukul 21.29 WITA, tim SAR berhasil menemukan kapal beserta enam orang penumpangnya dalam kondisi selamat. Posisi kapal ditemukan sekitar 97 meter dari lokasi kejadian yang dilaporkan.

Selanjutnya, seluruh korban dievakuasi menuju Dermaga Penyeberangan Bokori di Kecamatan Soropia dan diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing.

Adapun enam korban yang berhasil diselamatkan yakni Nias (42), pemilik kapal, Bahri (38), Ebit (42), Asrin (25), Tamrin (43), dan Arsad (42).

Dengan berhasil dievakuasinya seluruh penumpang dalam keadaan selamat, operasi SAR terhadap kecelakaan kapal penampung ikan yang menabrak karang dan mengalami kebocoran di Perairan Bokori resmi dinyatakan selesai dan ditutup.