KOLAKA UTARA

Enam Personel Damkar Terluka Saat Padamkan Kebakaran Kebun Sawit di Kolut, Satu Luka Berat

392
×

Enam Personel Damkar Terluka Saat Padamkan Kebakaran Kebun Sawit di Kolut, Satu Luka Berat

Sebarkan artikel ini

KOLAKA UTARA – Sebanyak enam personel pemadam kebakaran mengalami luka-luka saat melakukan pemadaman kebakaran lahan dan kebun sawit milik warga di Desa Laleko, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara. Dari enam personel tersebut, satu orang mengalami luka berat dan lima lainnya mengalami luka ringan.

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (10/10/2026), ketika petugas berupaya memadamkan kebakaran di wilayah perbatasan Kecamatan Batu Putih dan Kecamatan Tolala.

Berdasarkan laporan Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Damkarmat Kolut, M. Syafri, petugas menerima laporan dari pemerintah setempat sekitar pukul 09.25 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Pos Porehu dikerahkan ke lokasi karena kendaraan operasional Pos Batu Putih mengalami kerusakan teknis.

Armada Pos Porehu tiba di lokasi sekitar pukul 11.34 WITA dengan tujuh personel. Mereka kemudian mendapat bantuan dari personel Pos Batu Putih untuk melakukan pemadaman.

Namun, kondisi medan yang sulit menjadi tantangan bagi petugas. Saat melintasi jalan menurun yang tajam, kendaraan tergelincir hingga sejumlah personil yang berada di atas kendaraan terpental ke aspal.

Dari enam personel yang terluka, satu orang mengalami luka berat dan sempat mendapatkan perawatan di puskesmas terdekat. Korban kemudian diperbolehkan pulang pada hari yang sama. Sementara itu, lima personel lainnya mengalami luka ringan, termasuk keseleo dan luka akibat terjatuh.

Api Kembali Menyala, Petugas Dikerahkan Lagi

Meski pemadaman telah dilakukan pada Sabtu, api ternyata masih menyala di sejumlah titik. Pada Minggu (11/10/2026), tim investigasi Damkarmat kembali turun ke lokasi dan mendapati kebakaran masih berlangsung.

Tim dipimpin Sekretaris Damkarmat, Muhammad Norman, bersama M. Syafri, serta petugas analisis kebakaran.

Setelah menemukan api masih menyala di tiga titik, personel dari Markas Komando (Mako) Damkarmat dan Pos Porehu kembali dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

Ketiga titik kebakaran ditangani secara bergantian dengan pola berpindah dari satu titik ke titik lainnya hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan.

Proses pemadaman turut mendapat bantuan pemerintah setempat, termasuk camat dan sekretaris camat Batu Putih yang berada di lokasi hingga kegiatan selesai.

Petugas akhirnya menuntaskan pemadaman pada Minggu sekitar pukul 18.30 WITA atau menjelang Magrib.

Kebakaran tersebut melanda lahan dan kebun sawit milik warga. Namun, luas keseluruhan area yang terbakar belum diketahui secara pasti.

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala, mulai dari medan yang sulit, jarak lokasi yang jauh dari sumber air, hingga keterbatasan selang pemadam. Petugas bahkan membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengisi kembali persediaan air.

Selain itu, kerusakan kendaraan operasional Pos Batu Putih turut menghambat penanganan kebakaran. Kendaraan tersebut direncanakan ditarik untuk menjalani perbaikan agar dapat kembali digunakan dalam pelayanan pemadaman. (rus)