KOLAKA UTARA

Ayah Jualan Bakso, Bocah SD Tewas Tersengat Listrik di Taman Literasi Kolaka Utara

303
×

Ayah Jualan Bakso, Bocah SD Tewas Tersengat Listrik di Taman Literasi Kolaka Utara

Sebarkan artikel ini

KOLAKA UTARA – Seorang bocah berusia 11 tahun bernama Ikbal, murid kelas VI SD Negeri 1 Lasusua, meninggal dunia setelah diduga tersengat aliran listrik di kawasan Taman Literasi, Kelurahan Lasusua, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 18.45 Wita.

Peristiwa tragis itu terjadi saat korban diduga hendak pulang ke rumah usai bermain bersama teman-temannya. Ikbal diduga melewati celah di antara dua booth atau kios semi permanen UMKM, kemudian menyentuh salah satu booth yang diduga mengalami kebocoran arus listrik.
Pantauan di lokasi, korban sempat dievakuasi ke IGD Puskesmas Lasusua.

Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. Suasana duka menyelimuti ruang IGD ketika ibu korban menangis histeris di samping jasad putranya.

Saat kejadian, ayah korban dikabarkan sedang berjualan bakso keliling dan tidak membawa telepon genggam, sehingga keluarga sempat kesulitan menghubunginya untuk menyampaikan kabar duka tersebut.

Salah seorang saksi, Andika, mengatakan dirinya menemukan korban sudah dalam posisi tengkurap di samping booth UMKM dan tidak menunjukkan tanda-tanda bergerak.

“Setelah magrib saya lihat anak itu sudah dalam posisi tengkurap. Saat saya angkat badannya menempel di booth. Saya juga sempat ikut tersengat listrik sehingga langsung melepaskannya,” ujar Andika.

Ia kemudian bersama rekannya dan seorang kurir segera membawa korban ke Puskesmas Lasusua untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sementara itu, teman sebaya korban yang saat itu bermain bersama mengaku melihat tubuh Ikbal bergetar ketika tersengat listrik. Karena takut ikut tersetrum, ia tidak berani mendekati korban hingga warga datang memberikan pertolongan.

Dari hasil pantauan di lokasi, sejumlah kabel listrik yang terhubung ke booth terlihat menjuntai di atas tanah. Beberapa sambungan kabel hanya dibalut isolasi, bahkan sebagian kabel tampak masuk ke selokan yang tergenang air.

Petugas PLN yang datang ke lokasi kemudian melakukan pemeriksaan. Hasil pengecekan menunjukkan dinding salah satu booth memang dialiri listrik akibat dugaan kebocoran arus, sehingga siapa pun yang menyentuhnya berpotensi tersengat.

Polisi telah memasang garis polisi di sekitar dua booth yang diduga teraliri listrik untuk kepentingan penyelidikan. Aparat juga masih memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti insiden yang merenggut nyawa bocah tersebut.