KOLAKA UTARA – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kolaka Utara, Muhammad Idrus, dalam rapat koordinasi Karhutla dan kekeringan di wilayah Kabupaten Kolaka Utara tahun 2026.
Muhammad Idrus mengatakan, kondisi kemarau yang berkepanjangan sebagai dampak perubahan iklim El Nino meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan di sejumlah wilayah, termasuk Kolaka Utara.
Menurutnya, karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan ekosistem, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, masyarakat dan media.
Dalam kesempatan tersebut, ia menginstruksikan camat dan kepala desa untuk mengaktifkan posko siaga karhutla, melakukan patroli rutin serta mengedukasi masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
BPBD dan OPD terkait juga diminta memastikan kesiapan peralatan dan personel serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak.
Sementara itu, perusahaan dan pemilik lahan diwajibkan menerapkan sistem zero burning atau nol pembakaran. Pelanggaran terhadap aturan tersebut akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Muhammad Idrus juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api melalui call center BPBD Kolaka Utara.
“Mari kita jadikan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama. Saya yakin dengan kebersamaan dan gotong royong, kita bisa mencegah terjadinya karhutla di wilayah kita,” ujarnya.
Ia menutup pesannya dengan ajakan kepada seluruh pihak untuk bersama-sama mencegah kebakaran.
“Satu titik api kita cegah, untuk masa depan Kabupaten Kolaka Utara yang lebih sehat dan lestari.”












