KOLAKA UTARAREGIONAL

3 Titik Api Seluas 10 Hektare di Kolut Padam, 2 Lokasi Kebakaran Masih Tak Terjangkau Damkar

50
×

3 Titik Api Seluas 10 Hektare di Kolut Padam, 2 Lokasi Kebakaran Masih Tak Terjangkau Damkar

Sebarkan artikel ini

KOLAKA UTARA – Kebakaran melanda kawasan hutan dan perkebunan milik warga di Desa Lawaki Jaya, Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, Senin (7/9/2026).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.00 Wita itu menghanguskan kawasan dengan luas kurang lebih 10 hektare. Sejumlah tanaman perkebunan warga, seperti kelapa sawit, jengkol, merica, dan jambu mete, turut terdampak.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kolaka Utara menerima laporan kebakaran dari masyarakat melalui Pos Damkarmat Batu Putih. Petugas kemudian langsung menuju lokasi dengan mengerahkan satu unit kendaraan pemadam.

Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi, Pelaksana Operasional dan Komunikasi Damkarmat Kolaka Utara, M. Syafri, mengatakan petugas menemukan lima titik api saat tiba di lokasi.

“Pada pukul 13.00, kami langsung menuju ke lokasi dengan mengerahkan satu unit yang ada di Pos Batu Putih,” kata Syafri dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

Karena kondisi kebakaran masih membutuhkan penanganan, Damkarmat kemudian meminta bantuan dari pos lainnya. Personel Pos Pakue dan bantuan teknis dari markas komando turut dikerahkan ke lokasi.

“Setelah melakukan penanganan di sana, mereka butuh bantuan. Maka kami memerintahkan Pos Pakue untuk menuju ke lokasi,” ujarnya.

Penanganan berlangsung hingga malam hari. Setelah berjibaku memadamkan api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan tiga titik api sekitar pukul 23.00 Wita.

“Alhamdulillah, pada jam 11 malam itu selesai pemadaman,” kata Syafri.

Namun, dari lima titik api yang ditemukan, masih terdapat dua titik yang belum dapat dijangkau petugas. Kedua lokasi tersebut berada cukup jauh dan diduga telah masuk ke kawasan hutan dengan medan yang sulit dilalui.

“Di sana itu ada lima titik api, tetapi yang bisa kami jangkau cuma tiga titik. Dua titiknya sangat jauh, mungkin sudah masuk di wilayah hutan yang jauh, sehingga personel kami sudah tidak dapat menjangkau,” jelasnya.

Damkarmat mengerahkan tiga unit kendaraan pemadam dalam penanganan kebakaran tersebut. Sebanyak 11 personel berasal dari Pos Mako, delapan personel dari Pos Batu Putih, serta lima anggota bantuan teknis Mako.

Selang Banyak Bocor, APD Kurang

Syafri mengatakan kondisi medan menjadi salah satu kendala utama petugas dalam melakukan pemadaman. Selain itu, keterbatasan peralatan juga menjadi persoalan yang dihadapi Damkarmat, terutama kondisi selang pemadam yang sebagian mengalami kebocoran.

“Kendala yang kami hadapi dalam beberapa hari ini yaitu peralatan, karena selang kami kebanyakan sudah bocor. Keseringan dalam beberapa waktu pemadaman, selang terhubung dengan ranting-ranting sehingga bocor,” ungkapnya.

Selain selang, ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi personel juga masih perlu ditambah untuk menunjang keselamatan petugas saat menjalankan tugas di lapangan.

Memasuki musim kemarau, Damkarmat Kolaka Utara meningkatkan pemantauan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan kebakaran. Kawasan perkebunan warga mulai dari Kecamatan Tolala hingga Lasusua menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian.

“Yang rawan itu dari Kecamatan Tolala sampai Kecamatan Lasusua. Itu semua wilayah perkebunan warga. Ada juga aktivitas membuka lahan baru dan memang ada hutan,” tutur Syafri.

Sementara itu, terhadap dua titik api yang belum dapat dijangkau, petugas terus melakukan pemantauan. Meski kobaran api disebut tidak lagi terlalu besar, asap masih terlihat dari lokasi tersebut.

“Tapi kami pantau terus. Sekarang apinya tidak terlalu bagaimana, tapi masih kondisi terbakar,” katanya.

Damkarmat memastikan pemantauan tetap dilakukan mengingat dua titik tersebut berada jauh dari akses kendaraan dan personel. Kondisi medan yang sulit juga menjadi faktor yang menyebabkan petugas belum dapat melakukan pemadaman secara langsung di lokasi tersebut.