BOMBANA – Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di sekitar Perairan Boepinang, Desa Larete, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana, resmi dihentikan pada Jumat (12/6/2026) setelah berlangsung selama tujuh hari tanpa hasil.
Korban diketahui bernama Tuang alias Igo (37), warga Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Ia dilaporkan hilang saat melaut bersama sejumlah rekannya pada Jumat (5/6/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan tim SAR gabungan telah melakukan pencarian secara maksimal hingga hari ketujuh, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Hingga pukul 15.55 Wita, pencarian yang dilakukan Tim SAR gabungan masih nihil. Mengingat operasi SAR telah memasuki hari ketujuh dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR terhadap satu orang nelayan yang hilang di sekitar Perairan Boepinang, Desa Larete, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana dinyatakan ditutup,” kata Amiruddin.
Ia menambahkan, seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian telah dikembalikan ke satuan masing-masing. Namun, operasi SAR dapat dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk atau tanda-tanda keberadaan korban.
Korban Diduga Terjatuh dari Kapal
Berdasarkan laporan yang diterima tim SAR, peristiwa itu bermula pada 5 Juni 2026 sekitar pukul 15.00 Wita ketika sebuah kapal penangkap ikan milik H. Daeng Gassing berangkat melaut bersama 11 anak buah kapal (ABK).
Sekitar pukul 17.45 Wita, kapal tersebut menebarkan jaring untuk menangkap ikan. Satu jam kemudian, tepatnya pukul 18.45 Wita, korban meminta izin untuk buang air besar di laut dengan menggunakan alat bantu pelampung berupa gabus, sementara para ABK lainnya tetap melakukan aktivitas penarikan jaring.
Namun saat seluruh jaring berhasil diangkat ke atas kapal sekitar pukul 19.30 Wita, korban sudah tidak terlihat lagi. Nahkoda bersama para ABK kemudian berupaya mencari keberadaan korban di sekitar lokasi, namun pencarian tidak membuahkan hasil.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang dan ditindaklanjuti dengan operasi pencarian oleh Tim SAR gabungan selama tujuh hari. Meski berbagai upaya telah dilakukan, korban hingga kini belum berhasil ditemukan.












