Sedikitnya 28 orang tewas dalam kebakaran di sebuah pabrik sepatu di Tiongkok tenggara pada hari Kamis (9/7).
Dilansir dari kantor berita Xinhua, kebakaran terjadi sekitar tengah hari waktu setempat (0400 GMT) di kota Jinjiang, provinsi Fujian, di pabrik sepatu Huiteng. Sebanyak 239 orang berada di pabrik tersebut ketika kebakaran terjadi.
Disebutkan bahwa 213 orang dievakuasi, dua di antaranya meninggal setelah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan. Sebanyak 26 orang lainnya yang sebelumnya dilaporkan hilang di lokasi kejadian dipastikan meninggal dunia.
Video yang dirilis oleh media pemerintah pada siang hari menunjukkan kobaran api melahap gedung dan asap hitam tebal mengepul ke langit. Sekitar selusin orang, yang tampaknya terjebak oleh kobaran api, terlihat di atap gedung sementara asap berputar-putar di sekitar mereka.
Presiden Tiongkok Xi Jinping mengeluarkan instruksi yang mendesak upaya penyelamatan besar-besaran. Ia mengatakan bahwa kebakaran tersebut telah “menyebabkan banyak korban jiwa” dan terjadi setelah sejumlah kecelakaan fatal di fasilitas produksi di negara itu dalam beberapa bulan terakhir.
Xi menyerukan kepada pihak berwenang untuk meminta pertanggungjawaban tegas kepada mereka yang bertanggung jawab.
Upaya pemadaman kebakaran dan penyelamatan masih berlangsung, meskipun api terbuka sebagian besar telah padam sekitar pukul 4 sore (0800 GMT), kata seorang pejabat pemadam kebakaran setempat kepada stasiun televisi pemerintah CCTV.
Asap tebal masih terlihat mengepul dari lokasi kejadian, dengan beberapa mobil pemadam kebakaran terus menyemprotkan air hingga Kamis malam, kata Xinhua.
Temuan awal menunjukkan bahwa kebakaran bermula di lantai dasar pabrik, kata seorang pejabat setempat kepada CCTV. Bahan-bahan pembuatan sepatu yang disimpan di gedung tersebut sangat mudah terbakar dan dapat menyebabkan api menyebar dengan cepat, kata pejabat itu.
Akibat adanya bahan dan perekat, bau di lokasi kejadian sangat menyengat, menyebabkan iritasi mata, menurut rekaman CCTV.
Sejumlah besar barang juga menumpuk di tangga, menghambat upaya penyelamatan dan pemadaman kebakaran, demikian kutipan pernyataan petugas pemadam kebakaran yang dilaporkan oleh stasiun televisi pemerintah.












