SIARANPUBLIK.COM- La Ode Umar Bonte kembali melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ramai menjadi sorotan publik.
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, “La Ode Umar Bonte”, senator asal Sulawesi Tenggara itu mengaku pernah ditawari proyek dapur MBG dengan iming-iming keuntungan besar. Namun tawaran tersebut ia tolak mentah-mentah.
“SAYA DITAWARI PROYEK DAPUR MBG DENGAN KEUNTUNGAN BESAR TAPI SAYA TOLAK. SAYA TIDAK INGIN MENGHISAP DARAH ANAK-ANAK YANG TIDAK BERDOSA. LEBIH BAIK SAYA JUALAN PARFUM,” tulisnya dalam unggahan yang langsung memancing ribuan tanggapan warganet.
Pernyataan itu menjadi sinyal keras terhadap praktik pengelolaan program MBG yang menurutnya berpotensi disusupi kepentingan bisnis dan keuntungan pihak tertentu.
Menurut Umar Bonte, memberi makan anak-anak, terutama yang kurang mampu, adalah perbuatan mulia. Namun jika kegiatan itu dibungkus dalam proyek pemerintah yang sarat kepentingan dan keuntungan, ia memilih untuk tidak terlibat.
“Memberi makan pada siapapun adalah pahala. Apa lagi terhadap anak anak yang tidak mampu. Namun apa bila melalu proyek pemerintah kami tdk memiliki Minat sedikitpun,” tegasnya.
Dikatakan, dirinya ingin melakukan sesuatu kebaikan yang memiliki tekanan apapun dan dalam lingkaran apapun. Proyek tetap saja proyek tidak mungkin tanpa ada keuntungan untuk pengelolanya.
“Ini adalah pilihan suci bagi saya untuk tidak melibatkan diri pada sesuatu hal yang rumit sekaligus memberi contoh pada pejabat negara yang lain, saya tdk ingin serakah. Saya menjalankan saja tanggung jawab suci saya sebagai anggota DPD RI mengontrol dan terus mengawasi program eksekutif,” imbuhnya.
Soroti Dugaan Penyimpangan Menu MBG
Ini bukan pertama kalinya Umar Bonte mengkritik keras pelaksanaan MBG. Sebelumnya, ia juga meminta Presiden melakukan evaluasi total terhadap seluruh pengelola program MBG di Indonesia.
Dalam sebuah video yang beredar, ia mempertanyakan kualitas menu makanan yang diterima siswa. “Memberi makan anak-anak sekolah itu bagus. Tapi kalau menunya dikorupsi, masuk akal tidak? Menu MBG cuma pisang satu biji, kelengkeng satu biji, sama roti. Itu harganya berapa?” ujarnya.
Ia bahkan menilai berbagai persoalan dalam program MBG, mulai dari dugaan menu yang tidak layak hingga laporan keracunan siswa, tidak boleh dibiarkan tanpa proses hukum.
“Menu MBG ini harus diproses hukum. Tidak bisa dibiarkan. Anak-anak kita sampai keracunan, menunya asal-asalan. Ini sampai kapan dibiarkan?” katanya.
Umar Bonte menegaskan program MBG merupakan salah satu program utama pemerintah yang seharusnya dijalankan secara profesional dan transparan. Jika tidak dikelola dengan baik, menurutnya, program bernilai triliunan rupiah itu justru berisiko menjadi bahan olok-olok publik.
“Program ini program mulia. Tapi kalau menu MBG jadi bahan lelucon anak SD dan SMP, memalukan tidak? Uang negara triliunan dibawa ke MBG tapi menunya jadi bahan olok-olok rakyat,” ujarnya.
Karena itu ia kembali mendesak pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelola MBG di berbagai daerah agar kualitas program tetap terjaga dan tujuan utamanya benar-benar tercapai dan memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan makanan bergizi yang layak.
“Program utama Presiden harus didukung kualitas terbaik. Struktur pengelolaannya juga harus profesional,” tegasnya.






