MANCANEGARA

Enam Orang Tewas dalam Serangan Houthi terhadap Kapal Bab al-Mandeb, Satu Warga Indonesia

12
×

Enam Orang Tewas dalam Serangan Houthi terhadap Kapal Bab al-Mandeb, Satu Warga Indonesia

Sebarkan artikel ini
Kerusakan pada kapal kargo Tihamah di dekat Murad, Yaman. Kapal tersebut diserang di Selat Bab al-Mandeb. Foto : Reuters.

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyebut sedikitnya enam orang tewas dan 10 lainnya terluka dalam serangkaian serangan kelompok Houthi terhadap kapal kargo di Selat Bab al-Mandeb, Selasa.

Serangan tersebut menyasar kapal Tihamah milik perusahaan Mesir. Kementerian Perhubungan Yaman menyebut tiga warga negara Pakistan dan satu warga negara Indonesia tewas setelah Houthi meluncurkan tiga rudal balistik ke arah kapal. Serangan itu memicu kebakaran dan menyebabkan kerusakan signifikan pada kapal.

Situasi kembali memburuk ketika sebuah rudal lain ditembakkan saat tim penyelamat tengah mengevakuasi korban tewas dan terluka. Penjaga Pantai Yaman menyebut serangan kedua tersebut menghantam lokasi operasi penyelamatan.

“Serangan itu menghantam lokasi operasi penyelamatan dan mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka di antara pasukan yang berpartisipasi dalam operasi penanggulangan,” demikian pernyataan Penjaga Pantai Yaman, dilansir dari Al Jazeera, Rabu (12/8/2026).

Sedikitnya dua tentara tewas dalam serangan kedua. Sementara itu, 10 orang dilaporkan terluka, termasuk tujuh anggota kru kapal.

Kematian di atas kapal Tihamah menjadi korban jiwa pertama di sektor pelayaran yang dikaitkan dengan serangan Houthi sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari.

Kementerian Luar Negeri Yaman mengecam serangan tersebut dan mendesak komunitas internasional tidak hanya mengeluarkan kecaman, tetapi mengambil tindakan yang dinilai efektif dan tegas terhadap Houthi.

Hingga kini, belum ada komentar resmi dari pihak Houthi. Namun, kantor berita Saba yang dikelola Houthi melaporkan kelompok tersebut telah menyerang sebuah kapal Saudi yang disebut membawa peralatan militer di kawasan Bab al-Mandeb.

Eskalasi terbaru ini menambah ketegangan di Yaman setelah gencatan senjata dalam konflik antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali mengalami keretakan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan semua pihak menahan diri. PBB memperingatkan kembalinya permusuhan dapat menyeret Yaman ke dalam konflik regional yang lebih luas dan menimbulkan konsekuensi besar bagi masyarakat sipil.