KOLAKA UTARA

Banjir Rob Terjang Pesisir Kolaka Utara, Puluhan Rumah Terdampak dan Fasilitas Umum Rusak

213
×

Banjir Rob Terjang Pesisir Kolaka Utara, Puluhan Rumah Terdampak dan Fasilitas Umum Rusak

Sebarkan artikel ini

Kolaka Utara, SiaranPublik.com- Banjir rob melanda sejumlah wilayah pesisir di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 02.00 Wita. Peristiwa ini menyebabkan puluhan rumah warga terdampak serta merusak berbagai fasilitas umum.

Kepala BPBD Kolaka Utara, Mukramin, menjelaskan bahwa banjir rob terjadi akibat air pasang laut yang melebihi batas normal, disertai gelombang cukup kuat. Kondisi tersebut memicu kepanikan warga karena terjadi pada dini hari saat sebagian besar masyarakat sedang beristirahat.

“Air laut naik cukup tinggi dan ombak kuat menghantam wilayah pesisir, sehingga mengancam permukiman warga dan merusak sejumlah infrastruktur,” ujarnya.

Sejumlah desa terdampak tersebar di beberapa kecamatan. Di Desa Lawata, Kecamatan Pakue Utara, sebanyak 15 rumah warga terdampak. Selain itu, talud penahan ombak sepanjang sekitar 200 meter, kantor desa, pustu, sekolah TK, hingga tribun lapangan bola turut terancam.

Di Desa Pakue, Kecamatan Pakue Utara, delapan rumah warga terdampak. Infrastruktur yang mengalami kerusakan dan gangguan meliputi jalan sepanjang 60 meter, bronjong 40 meter, talud pantai sekitar 350 meter, musholla, serta area tempat wisata.

Sementara itu, di Desa Ujung Tobaku, Kecamatan Katoi, sebanyak 17 rumah warga terdampak dan terancam. Talud penahan ombak sepanjang kurang lebih 700 meter serta lokasi wisata setempat juga mengalami kerusakan.

Di Desa Pituluwa, Kecamatan Lasusua, tiga rumah warga terdampak dan 20 rumah lainnya terancam. Talud penahan ombak di beberapa titik dengan total panjang sekitar 700 meter dilaporkan mengalami kerusakan.

BPBD Kolaka Utara bersama instansi terkait telah melakukan sejumlah langkah penanganan darurat. Di antaranya koordinasi lintas OPD, pengerahan mobil pemadam kebakaran untuk pembersihan, pembangunan tanggul sementara secara swadaya oleh masyarakat, serta pembersihan saluran drainase dan kanal.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Pasalnya, banjir rob merupakan kejadian yang kerap terjadi setiap tahun, ditambah dengan kondisi abrasi pantai yang semakin mendekati kawasan permukiman.

“Kami mengingatkan warga agar selalu siaga, karena potensi banjir susulan masih mungkin terjadi,” kata Mukramin.

Adapun kebutuhan mendesak saat ini meliputi pembersihan rumah warga terdampak, perbaikan fasilitas umum yang rusak, serta rehabilitasi dan rekonstruksi talud penahan ombak guna mengurangi risiko bencana di masa mendatang. (rus)