BUTON SELATAN

Kapal GT 21 Sempat Terombang-ambing di Perairan Batu Atas, Delapan Penumpang Selamat

35
×

Kapal GT 21 Sempat Terombang-ambing di Perairan Batu Atas, Delapan Penumpang Selamat

Sebarkan artikel ini

BUTON SELATAN – Sebuah kapal berukuran GT 21 yang membawa delapan orang penumpang mengalami mati mesin saat berlayar di perairan sebelah utara Pulau Batu Atas, Kabupaten Buton Selatan, Sabtu (27/6/2026). Beruntung, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah kapal mendapat bantuan dari nelayan setempat.

Peristiwa itu pertama kali dilaporkan kepada Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari sekitar pukul 16.45 Wita oleh pemilik kapal bernama Ian. Dalam laporannya, kapal mengalami kerusakan mesin sehingga tidak dapat melanjutkan pelayaran dan hanyut terbawa arus.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., menjelaskan kapal berangkat dari Siompu menuju Wanci pada pukul 05.30 Wita dengan membawa delapan orang di atas kapal. Sekitar pukul 09.00 Wita, mesin kapal tiba-tiba mengalami gangguan.

“Awak kapal telah berupaya memperbaiki mesin, namun tidak berhasil. Akibatnya kapal terombang-ambing di laut dan membutuhkan bantuan evakuasi,” ujarnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, KPP Kendari langsung mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Baubau pada pukul 17.00 Wita menggunakan Rescue Boat (RB) 210 menuju lokasi kejadian. Posisi kapal diperkirakan berada sekitar 37 mil laut dari Pelabuhan Murhum, Baubau.

Namun, saat tim SAR masih dalam perjalanan, pada pukul 19.09 Wita petugas menerima informasi terbaru dari pemilik kapal yang menyebutkan kapal telah berhasil ditarik oleh kapal nelayan menuju Desa Bahari.

Seluruh delapan orang yang berada di atas kapal dilaporkan selamat dan tidak mengalami korban jiwa. Dengan adanya laporan tersebut, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Adapun delapan penumpang kapal tersebut masing-masing Rahman (59) selaku nakhoda, Bahar (35), Pace (19), Adi (21), Dili (33), Tompal (37), Rahim (30), dan Amang (19).