JAKARTA, SIARANPUBLIK.COM – Momen kebersamaan yang sarat makna terekam dalam pertemuan antara ulama Indonesia, Muhammad Zainul Majdi, dengan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.
Pertemuan yang berlangsung di kediaman resmi Dubes Iran di Jakarta itu tak hanya diisi dengan dialog, tetapi juga salat asar berjamaah. Dalam kesempatan tersebut, Tuan Guru Bajang (TGB) bertindak sebagai imam, sementara Dubes Iran bersama sejumlah pejabat kedutaan menjadi makmum.
Momen ini menarik perhatian karena memperlihatkan praktik ibadah lintas mazhab dalam satu saf. TGB yang berlatar belakang Sunni memimpin salat dengan tata cara umum, seperti posisi tangan bersedekap. Di sisi lain, sebagian makmum terlihat mengikuti dengan detail gerakan yang kerap diasosiasikan dengan tradisi Syiah.
Meski terdapat perbedaan dalam detail gerakan, seluruh jamaah tetap menjalankan salat dengan khusyuk dan selaras. Mereka bergerak dalam satu komando imam, dari berdiri, rukuk hingga sujud, tanpa sekat yang memisahkan.
Dalam unggahan di akun instagram pribadinya, TBG menyampaikan jika ia mengimami salat asar di kediaman resmi Duta Besar Republik Islam Iran di Jakarta. Bapak Dubes Mohammad Boroujerdi, Kyai Nanang Masduki dan dua pejabat utama kedutaan menjadi makmum.
“Orang beriman itu bersaudara, kata Allah. Saat saudara seiman dizalimi maka datangi, hibur dan besarkan hatinya. Itulah hak minimal seorang muslim atas saudaranya.” ucapnya.
Selain salat berjamaah, pertemuan tersebut juga diisi dengan pembahasan situasi terkini serta penyampaian solidaritas. Dalam unggahan terpisah, TGB menyampaikan dukungan kepada rakyat Iran serta mengapresiasi keteguhan mereka di tengah dinamika yang dihadapi.
Hal ini sejalan dengan berbagai pertemuan diplomatik yang dilakukan Dubes Iran di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, termasuk dengan sejumlah tokoh nasional guna membahas situasi di Timur Tengah.
Sementara Duta Besar Iran dalam unggahannya menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut , TBG menyampaikan solidaritasnya kepada rakyat Iran serta mengutuk keras serangan musuh terhadap Republik Islam Iran.
Selain itu, TBG juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas keteguhan serta perlawanan rakyat Iran, dan mendoakan kemenangan bagi bangsa Iran.
Momen salat berjamaah ini pun dinilai menjadi simbol kuat persatuan umat Islam. Di tengah perbedaan mazhab yang kerap menjadi perdebatan, kebersamaan dalam satu saf tersebut memperlihatkan bahwa nilai ukhuwah tetap dapat dikedepankan.(*)






