KOLAKA UTARA

Wabup Kolut Sidak Pasar Sentral Lacaria: Pedagang Menjerit Sepi, Drainase dan WC Umum Buruk

290
×

Wabup Kolut Sidak Pasar Sentral Lacaria: Pedagang Menjerit Sepi, Drainase dan WC Umum Buruk

Sebarkan artikel ini

KOLAKA UTARA – Pasar Sentral Lacaria, Kecamatan Lasusua, yang seharusnya menjadi denyut nadi ekonomi rakyat, kini nyaris kehilangan detak. Sidak Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, Selasa (12/8/2025), membuka sejumlah persoalan yang selama ini dibisikkan pedagang, pasar sepi, los kosong, drainase gagal fungsi, dan fasilitas umum terkesan terbengkalai.

Lorong-lorong pasar yang dilintasi Wabup lebih mirip gudang tak terurus ketimbang pusat perdagangan. Aktivitas jual-beli minim, sebagian pedagang mengeluh omzet anjlok, sementara drainase macet membuat genangan menjadi pemandangan rutin saat hujan.

“Kalau hujan, air menggenang. Drainasenya ini pak wakil, airnya hanya berputan di sini jadi selalu tergenang pak,” keluh seorang pedagang pakaian.

Kondisi itu diperparah oleh deretan los yang kosong melompong hingga beberapa diantaranya alami kerusakan. Jumarding meminta Kepala Dinas Perdagangan, Ahdan Alwi, agar segera mencari langkah strategis untuk mendorong pedagang agar mau menempati los tersebut.

Jumarding menyarankan jika upaya itu mungkin bisa dilakukan dengan cara disubsidi pada jangka waktu tertentu, termasuk upaya memfasilitasi pedagang mengakses dana KUR.

“Ini saran saya namun tentunya tidak bisa saya putuskan sepihak karena harus dikomunikasikan dengan pak bupati solusi terbaiknya. Intinya bagaimana untuk sementara ada yang menghuni karena semakin lama tidak ditempati, semakin bertambah kerusakan yang terjadi,” imbuh Jumarding.

Masalah tak berhenti di situ. Di zona depan pasar, sejumlah los pun terlihat terkunci. Pedagang sekitar mengatakan jika kurangnya pengunjung membuat mereka buka-tutup melapak.

WC umum yang menjadi fasilitas dasar yang mestinya dijaga juga sudah bertahun-tahun tak berfungsi. Jumarding langsung mengecek dan dan memberikan arahan ke Kadis Perdagangan agar mengambil langkah-langkah pemulihan.

“Fasilitas ini harus masuk perencanaan prioritas, termasuk kendala infrastruktur lainnya yang harus segera ditangani. Saya minta Dinas Perdagangan menyusun perencanaannya dan berkoordinasi dengan Bappeda untuk solusi cepat,” ujarnya.

Sidak ini dihadiri Plt. Kasat Pol PP Ihwan dan sejumlah pejabat terkait. Jumarding mengingatkan, pembiaran hanya akan mempercepat kematian pasar. “Pasar Sentral ini seharusnya pusat perputaran uang rakyat. Kalau dibiarkan begini, kita sedang membiarkan ekonomi rakyat Kolut mati suri,” tutupnya.(rus)