PENDIDIKAN

Tiga Hari Tanpa Internet, Sekolah Relawan JaRIKU Tebar Inspirasi di Desa

18
×

Tiga Hari Tanpa Internet, Sekolah Relawan JaRIKU Tebar Inspirasi di Desa

Sebarkan artikel ini

KOLAKA UTARA, SIARANPUBLIK.COM – Keterbatasan akses internet tak menjadi penghalang untuk berbagi ilmu dan menebar kebaikan. Jaringan Relawan Indonesia Kolaka Utara (JaRIKU) kembali menunjukkan dedikasinya di bidang sosial dan pendidikan melalui Sekolah Relawan (SR) Jilid IX yang digelar di Desa Tinuna, Kecamatan Porehu, selama tiga hari (30 Januari–1 Februari) 2026.

Puluhan relawan yang mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa ambil bagian dalam kegiatan ini. Meski berada di wilayah dengan minim jaringan internet, semangat para relawan justru semakin menyala untuk berbaur, belajar, dan berbagi bersama masyarakat serta anak-anak desa.

Rangkaian kegiatan Sekolah Relawan dirancang edukatif dan membangun karakter. Program diawali dengan kegiatan indoor, berupa pembekalan mental dan materi bagi relawan baru sebelum terjun ke lapangan. Selanjutnya, relawan melaksanakan Kegiatan Belajar Bermain (KBB) yang dikemas secara kreatif guna menumbuhkan minat belajar dan keceriaan anak-anak Desa Tinuna.

Tak hanya fokus pada anak-anak, relawan juga menggelar Kegiatan Bersama Masyarakat (KBM) sebagai ajang silaturahmi dan sosialisasi untuk mempererat hubungan emosional dengan warga setempat. Rangkaian kegiatan ditutup dengan Ahad Ceria, yang diisi outbound dan permainan edukatif, menghadirkan suasana hangat penuh tawa dan kebersamaan.

Salah satu relawan baru, Muh. Ikmal, mengaku pengalaman mengikuti Sekolah Relawan di Desa Tinuna menjadi pelajaran berharga. Menurutnya, ketiadaan sinyal internet justru menghadirkan makna kebersamaan yang jarang dirasakan di kehidupan sehari-hari.

“Selama tiga hari dua malam ini banyak hal menarik yang saya rasakan. Salah satunya tidak adanya sinyal internet. Tapi itu bukan masalah besar, karena ternyata hidup tanpa internet semenyenangkan itu. Kita bisa lebih fokus melihat senyum teman-teman relawan dan anak-anak,” ungkap Ikmal.

Ia juga menuturkan sambutan hangat masyarakat Desa Tinuna menciptakan suasana yang penuh kekeluargaan. Hal tersebut membuat para relawan merasa diterima dan semakin termotivasi untuk berkontribusi.

Menutup rangkaian kegiatan, Ikmal berharap Sekolah Relawan JaRIKU terus menjadi wadah pembelajaran dan pengabdian yang konsisten menebar manfaat bagi masyarakat.

“Semoga SR tetap menjaga solidaritas antar-relawan dan terus bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Kolaka Utara. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut dan selalu dinanti,” ujarnya.

Dengan berakhirnya Sekolah Relawan Jilid IX, JaRIKU kembali meninggalkan jejak inspiratif di pelosok Kolaka Utara, jejak tentang kepedulian, kebersamaan, dan makna pengabdian yang tumbuh dari hati.(rus)