KOLAKA UTARA, SIARANPUBLIK.COM Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) terus mengupayakan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di jenjang SD dan SMP melalui berbagai program pengelolaan pendidikan, baik fisik maupun nonfisik.
Program tersebut mencakup pengelolaan PAUD, sekolah dasar, hingga sekolah menengah pertama sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM). Tahun ini, kebutuhan anggaran untuk mendukung program pengelolaan dan revitalisasi sekolah diperkirakan mencapai Rp20 hingga Rp30 miliar.
Anggaran tersebut direncanakan untuk pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah, penambahan ruang kelas baru, ruang guru, ruang kantor, serta perbaikan fasilitas sanitasi sekolah yang sesuai standar nasional.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Sekolah Dasar, Dikbud Kolut, Ismail mengatakan, program pengelolaan pendidikan terbagi dalam dua kategori, yakni fisik dan nonfisik. Program fisik meliputi rehabilitasi bangunan sekolah, pembangunan gedung baru, pengadaan meubel, papan tulis, dan sarana pendukung lainnya.
Sementara program nonfisik diarahkan pada peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan dan workshop. Meski hingga kini jumlah sekolah yang akan direhabilitasi belum ditetapkan secara resmi, usulan telah diajukan dan masih dalam tahap penyesuaian dengan ketersediaan anggaran.
Dikbud Kolut dikatakan komitmen untuk tetap mengalokasikan anggaran pembangunan fisik sekolah. “Terutama untuk sekolah-sekolah yang kondisinya sudah tidak layak,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Selain ruang kelas, perhatian juga diberikan pada penyediaan ruang kepala sekolah, ruang guru, serta fasilitas WC yang memenuhi standar, yakni satu WC untuk maksimal 20 siswa. Selain itu, masih ditemukan sekolah yang belum memiliki ruang kantor sehingga terpaksa menggunakan ruang kelas sebagai kantor sementara.
Upaya revitalisasi sekolah ini merupakan bagian dari program nasional yang didukung pemerintah pusat. Olehnya itu, Dikbud Kolut saat ini aktif menjemput program-program pusat melalui berbagai mekanisme, baik melalui sistem aplikasi maupun koordinasi langsung dengan kementerian terkait.
Di sisi lain, program pembagian seragam sekolah yang telah terealisasi 100 persen pada tahun sebelumnya akan kembali dilanjutkan tahun ini dengan sasaran utama siswa baru, yakni anak TK, kelas 1 SD, dan kelas 1 SMP.
Program tersebut juga disertai pembagian alat pembelajaran guna mencegah angka putus sekolah. Selain itu, pengadaan bus sekolah masih menjadi program prioritas, meskipun menghadapi kendala operasional di sejumlah desa.
Pemerintah daerah mendorong kolaborasi antara pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat untuk mencari solusi terbaik tanpa membebani orang tua siswa.






